0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hore…Kaum Difabel Ada Kesempatan Jadi PNS

merdeka.com

Menpan-RB Yuddy Chrisnandi

Timlo.net — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bakal membuka peluang untuk masyarakat berkebutuhan khusus atau difabel menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kami yang berada di pemerintahan memberikan dukungan dalam perhatian kepada yang berkebutuhan khusus agar mendapatkan kesempatan yang sama dengan yang lain,” ujar MenPANRB Yuddy Chrisnandi, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (25/10).

Dia menegaskan masyarakat berkebutuhan khusus mendapatkan peluang yang sama dengan masyarakat lainnya untuk menjadi PNS. Yuddy mencontohkan salah satu penyandang tuna netra yang sudah diangkat menjadi PNS di lingkungan DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

“Secara umum tidak ada kebijakan pemerintah yang membedakan anak berkebutuhan khusus untuk menjadi PNS. Sebagai bukti, kami juga telah memproses seorang guru tuna netra di DKI Jakarta menjadi PNS,” kata Yuddy.

Yuddy juga sempat berbincang dengan anak berkebutuhan khusus, Nadira yang juga seorang Sarjana Hukum Ekonomi dari Universitas Indonesia. Nadira mengatakan selama ini anak berkebutuhan khusus sulit mendapatkan pekerjaan karena adanya diskriminasi pada saat proses pemeriksaan kesehatan.

“Seolah-olah penyandang disabilitas adalah sebuah penyakit, sebenarnya tidak seperti itu,” kata Nadira.

Nadira mengakui selama ini pemerintah sudah mengakomodasi para penyandang difabel untuk masuk dalam rekruitment CPNS melalui jalur khusus. Namun, hal tersebut perlu ditingkatkan kembali agar ke depannya tidak akan lagi ada perbedaan bagi penyandang disabilitas saat melamar menjadi PNS.

Yuddy menjelaskan sudah seharusnya orang yang memiliki kebutuhan khusus seperti Nadira harus diberikan penempatan dalam pekerjaan. Dia juga mengimbau agar pihak yang menyediakan peluang pekerjaan, seperti pemerintah, BUMN, maupun swasta, untuk tidak memberikan perlakuan berbeda terhadap kaum difabel.

“Nadira bisa lulus menjadi sarjana dengan nilai hampir cumlaude, ini belum tentu orang lain mampu. Jadi sudah semestinya tidak ada perbedaan dalam memberikan kesempatan menempati posisi dalam pekerjaan,” tandas dia.

[bim]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge