0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

AJI : Hentikan Intimadasi Pemberedelan Majalah Lentera

merdeka.com

Diskusi pemberedelan majalah Lentera

Timlo.net — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengecam tindakan represif aparat kepolisian dan rektorat Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, terkait pembredelan majalah Lentera 18 Oktober 2015. Ketua Bidang Advokasi AJI Indonesia, Imam D Nugroho, mendesak para stakeholder Salatiga, yakni walikota, DPRD, Kepolisian dan TNI setempat menghentikan intimidasi dalam pelarangan dan penarikan majalah Lentera yang beredar tersebut.

“Kami meminta semua pihak yang terlibat menghentikan intimidasi dan stigmatisasi terhadap pengurus pers mahasiswa Lentera. Pemerintah juga harus menjamin tidak ada lagi pengekangan dan pembredelan produk jurnalistik pers mahasiswa,” kata Imam ketika konferensi pers di D’Resto Jakarta, Minggu (25/10).

Begitu juga Ketua Presidium Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) Agung Sedayu bernada sama agar wali kota Salatiga, Polisi serta rektor meminta maaf kepada majalah Lentera.

“Kepada wali kota Salatiga, rektor UKSW, Kepolisian dan aparat lainnya seharusnya minta maaf dan membaca undang-undang Pers,” desaknya.

Menurutnya, alasan pemberedelan juga tanpa alasan jelas, polisi menuding tulisan mereka telah menyebakan kegaduhan dan kericuhan di masyarakat.

“Alasan penarikan itu jelas mengada-ada. Majalah Lentera adalah produk jurnalistik yang dibuat dengan memenuhi semua kaedah jurnalistik. Isinya merupakan hasil riset, reportase, wawancara pelaku sejarah dan telah berimbang,” bebernya.

Majalah Lentera yang diterbitkan lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (Fiskom) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga edisi III tahun 2015 ini, menulis kasus pelanggaran hak asasi manusia berat di Kota Salatiga, Jawa Tengah tahun 1965 dengan judul ’Salatiga Kota Merah’ yang terbit pada 9 Oktober 2015.

Namun edisi ’Salatiga Kota Merah’ ditarik kembali dengan alasan meresahkan masyarakat karena di cover dan konten majalah tersebut terdapat gambar palu dan arit, yang menjadi lambang Partai Komunis Indonesia.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge