0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bumi Kahyangan, Wisata Ritual Petilasan Panembahan Senopati

timlo.net/tarmuji

Seorang wisatwan tengan memfoto Selopayung di Bumi Kahyangan

Wonogiri – Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri terdapat sebuah lokasi wisata ritual yang menakjubkan. Berjarak 47 kilometer dari pusat kota Wonogiri yang ditempuh dengan waktu hampir 1,5 jam, akan disuguhi pemandangan nan elok. Udara sejuk dan hewan-hewan liar, seperti burung ataupun monyet menyambut kedatangan pengunjung.

Warga sekitar lokasi menyebutnya sebagai Bumi Kahyangan. Keindahan yang tak ada duanya membuat warga setempat mengibaratkan seperti tempat persinggahan para dewa dalam cerita pewayangan. Dari sekian banyak wisata alam di Wonogiri, Bumi Kahyangan menyimpan sejuta misteri bahkan legenda turun temurun.

Saat TimloNet mampir ke lokasi ini, disambut dengan gapura bertuliskan petilasan Panembahan Senopati. Sementara untuk menuju lokasi, masih harus berjalan kaki sejauh satu kilometer. Gemericik air terjun, hingga burung berkicau dan monyet-monyet bebas berkeliaran di lokasi wisata alam di tenggara Kota Wonogiri ini. Panembahan Senopati sendiri merupakan pendiri dan penguasa pertama Kerajaan Mataram, yang saat ini dikenal sebagai Yogjakarta.

Semakin dekal dengan lokasi, bau dupa menyeruak indra penciuman. Praktis, hal ini langsung membuat nuansa mistik yang begitu kental meyelimuti kawasan tersebut. Kahyangan sendiri memiliki enam tempat yang biasa dikenal sebagai Sela Betek, Sela Gapit atau Sela Penangkep, Sela Payung, Sela Gilang atau Sela Pesalatan, Sela Gawok dan Pemandian Kahyangan.

Kawasan ini merupakan pertemuan dua arus sungai yang dikenal dengan nama Kedung. Konon katanya setiap bagian dari Kahyangan memiliki ceritanya masing-masing. Bahkan sering kali, tempat-tempat ini kerap dijadikan ritual ngalap berkah. Baik dari kalangan artis, pejabat, maupun orang biasa sering mandi dikedung ini.

Setiap menjelang malam pergantian tahun Islam atau 1 Muharam, tempat ini dipadati pengunjung yang berniat mengadakan ritual atau hanya sekedar refreshing. Tak hanya warga masyarakat Wonogiri saja, namun juga dari luar. Seperti Yogjakarta, Solo dan sekitarnya. Pemkab Wonogiri sendiri mengemas even 1 Muharam dengan Sedekah Bumi Kahyangan. Dari upacara ritual arak-arakan sesajen, hingga hiburan wayang kulit semalam suntuk.

Dari sekian tempat yang ditawarkan Bumi Kahyangan ada satu tempat yang unik yakni Sela Payung. Sesuai dengan namanya, batu seperti Payung ini sering dijadikan tempat bertapa atau meditasi dan juga tempat ritual. Konon, tempat ini diyakini sebagai tempat bertapanya Panembahan Senopati.

Bagian lain Kahyangan yang menarik adalah Kedung atau Pemandian Kahyangan. Persilangan dua sungai atau masyarakat menyebut ’tempuran’ ini diyakini sebagai pemandian Panembahan Senopati. Di atas Kedung terdapat batu besar yang membentang ke arah kiblat yang dikenal dengan nama Sela Gilang atau pesalatan. Tempat ini dikenal sebagai tempat sembahyangnya Panembahan Senopati.

Diyakini masyarakat Jawa, tepat di atas Batu Gilang itu, Panembahan Senopati bertemu dengan penguasa Laut Selatan mengadakan perjanjian. Yakni untuk membangun Pulau Jawa untuk lebih tentram dan makmur.

Selain menikmati wisata alam, pengunjung juga dapat membawa cinderamata khas Kahyangan. Di area parkir, bejajar toko cinderamata berupa aneka batu akik.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge