0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemerintah Pusat Dorong Daerah Terapkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal

Solo – Kebutuhan rakyat Indonesia dalam mendapatkan layanan akses sanitasi dan air bersih masih tertinggal jauh dari sejumlah negara di ASEAN. Pasalnya, belum ada regulasi dan komitmen pemerintah daerah kabupaten dan kota.

“Perlu adanya sinergi bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah. Regulasi ini disusun untuk memberikan payung hukum yang kuat dalam mewujudkan program sanitasi yang sehat,” ungkap Kasubdit Drainase Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PPLP) Kementerian Pekerjaan Umum, Suharsono.

Dia menargetkan pada 2019 nanti Indonesia sudah menuju negara dengan akses sanitasi yang sehat dan baik. Karenanya, pihaknya telah menunjuk sejumlah daerah untuk mulai menerapkan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2). Daerah-daerah itu diantaranya adalah Makassar, Jakarta, Bogor, Malang, dan Solo.

“Memang tidak mudah untuk mengejar ketertinggalan ini, dan lagi juga dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Karenanya kita juga menggandeng stakeholder terkait seperti USAID (United States Agency for International Development) dan IUWASH (Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene),” katanya, kemarin.

Kedepannya Kementerian Pekerjaan Umum telah menunjuk 10 kabupaten dan kota untuk menjadi proyek percontohan program L2T2 ini.

Sementara Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo, Singgih Tri Wibowo mengatakan untuk Kota Bengawan program ini akan dilakukan di dua kecamatan, yakni Banjarsari dan Jebres.

“Dua kecamatan dulu sampai awal tahun depan kita laksanakan dulu, kemudian baru merambah ke kecamatan yang lain,” katanya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge