0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pariwisata Indonesia Drop Akibat Kabut Asap

foto: Heru

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Arief Yahya

Solo – Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan di wilayah Sumatra dan Kalimantan berdampak buruk bagi pendapatan negara. Utamanya pendapatan dari sektor pariwisata. Pasalnya semakin memburuknya kondisi kabut asap ini berimbas pada menurunnya jumlah wisatawan asing ke Indonesia.

“Rinciannya saat ini sedang kita hitung, yang jelas sangat terpengaruh dengan adanya bencana ini,” ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Arief Yahya saat berkunjung ke Solo, baru-baru ini.

Dia menjelaskan sektor industri pariwisata Indonesia mengalami keterpurukan akibat beberapa bencana yang terjadi di tanah air, hingga mengakibatkan kunjungan wisatawan menurun.

Sebelum bencana asap kebakaran hutan, erupsi Gunung Raung sudah cukup merugikan sektor pariwisata. Kemenparekraf mencatat sedikitnya 41 ribu Wisatawan Asing batal mengunjungi INdonesia, dengan tujuan Pulau Bali, dan kota lain disekitarnya.

“Kerugian akibat erupsi Gunung Raung itu sampai Rp 500 miliar, kalau bisa disebut kerugian, atau lebih tepatnya adalah pendapatan yang tertunda. Kalau kasus kebakaran hutan ini belum bisa kita hitung, tapi kunjungan memang turun,” ungkapnya.

Arief Yahya menambahkan, pihaknya kini terus berupaya meningkatkan promosi wisata ke berbagai negara, dengan multi event yang diselenggarakan di berbagai daerah, seperti Batam, Kepualauan Riau, dan lainnya. Pihaknya juga bekerjasama dengan negara lain seperti Singapura, sehingga wisatawan yang dari Negeri Singa juga bisa singgah ke Indonesia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge