0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Janda Tewas di Kamar Kos, Wajahnya Menghitam

Ilustrasi Mayat

Timlo.net — Nurlina (30), seorang janda ditemukan telah menjadi mayat di kamar indekosnya, di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Lorong 2 Nomor 27, Kecamatan Rappocini, Makassar, Jumat, (23/10), sekitar pukul 16.00 WITA. Dia tergeletak di atas kasur warna merah muda.

Tubuh Nurlina sudah terlihat membengkak, termasuk di bagian wajahnya sudah menghitam. Nurlina diketahui tinggal seorang diri di indekos itu.

Nurlina baru diketahui telah tewas akibat bau tak sedap dirasakan para tetangga indekosnya. Warga kemudian menyampaikan hal itu kepada pemilik kos. Dia kemudian melaporkan hal itu ke Polsek Rappocini. Polisi yang tiba di kamar kos itu langsung mendobrak pintu dalam keadaan terkunci itu.

Kapolsek Rappocini, AKP Muari mengatakan, setelah mengetahui Nurlina tewas, anak buahnya kemudian melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), bersama tim identifikasi dan Dokpol. Sejumlah saksi-saksi dimintai keterangannya.

Selanjutnya mayat Nurlina dibawa ke RS Bhayangkara guna pemeriksaan lebih mendalam, dan mengetahui penyebab kematian.

“Adapun keterangan sementara dari dokter bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” kata AKP Muari.

Sementara Liliana (42), salah satu tetangga indekos korban mengatakan, mereka hanya tahu Nurlina itu menikah. Menurut dia, suami Nurlina bekerja sebagai buruh, tetapi sudah dua minggu tidak pulang karena mengerjakan proyek di Kabupaten Mamuju.

Walau di KTP Nurlina berstatus cerai hidup, kata Liliana, itu adalah KTP dari daerah asalnya di Kabupaten Sinjai.

“Kita kenal Nurlina yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan salah satu toko penjual pakaian bekas di Pasar Toddopuli itu sudah bersuami, belum punya anak. Suaminya sudah dua minggu di luar kota,” kata Liliana.

Menurut Liliana, salah satu tetangga indekos sudah berusaha menelepon suami Nurlina menyampaikan istrinya meninggal. Namun tiba-tiba sambungan ponsel diputus dari seberang.

Liliana mengatakan, mereka menduga Nurlina meninggal Kamis (21/10) lalu. Karena sebelum tengah malam, mereka masih sempat berkumpul dengan tetangga indekos.

Belakangan diketahui Nurlina kerap menyantap bakso dan makanan berlemak lainnya. Dia pun sering ditegur supaya mengurangi mengkonsumsi hal itu karena tubuhnya kian gemuk.

“Sejak Kamis paginya Nurlina sudah tidak pernah keluar rumah ngumpul sepulang dari tempat kerjanya. Jadi mungkin dia sudah meninggal malam Kamis itu,” tutur Liliana.

[ary]

Sumber : merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge