0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasokan Turun, Harga Sayuran Melonjak

timlo.net/nanin

Pasokan sayuran di Pasar Sayur Cepogo turun drastis

Boyolali — Paska panen tembakau, lahan di kawasan Merapi-Merbabi masih dibiarkan menganggur. Kondisi ini membuat kelangkaan berbagi jenis sayuran di pasar sayur Cepogo. Pedagang terpaksa mendatangkan sayuran dari luar daerah.

”Sayuran dari lokal mulai langka. Bahkan sekarang ada worter dari Tiongkok atau dari Thailand. Tetapi tidak ada peminatnya, karena harganya lebih mahal,” ungkap seorang pedagang sayur pasar Cepogo, Prihastuti, Jumat (23/10).

Kalaupun ada yang membeli, biasanya adalah pemilik warung makan atau katering. Itupun harus membeli dalam jumlah banyak, minimal dua karton. Harganya Rp 13 ribu perkilogram, sedangkan wortel lokal hanya Rp 8 ribu perkilogram.

Sementara untuk sayuran dari luar daerah, mereka terpaksa mendatangkan kawasan Ketep, Kabupaten Magelang dan Tawangmangu. Aneka jenis sayuran seperti wortel kol, buncis, kentang, bunga kol dan seledri.

Sementara untuk mengatasi kelangkaan, pedagang lebih memilih mendatangkan sayuran dari wilayah Wonosobo dan Magelang. Kondisi ini juga berimbas pada kenaikan harga sayuran, kol dari harga sebelumnya Rp 4.500 perkilogram naik menjadi Rp 5.500-Rp 6.000 perkilogram. Bunga kol dari Rp 6.000 perkilogram menjadi Rp 7.000-Rp 8.000 perkilogram. Harga wortel juga naik menjadi Rp 8.000-Rp 10.000 perkilogram dibandingkan harga sebelumnya Rp 7.000 perkilogram.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge