0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Komitmen Pengembangan Solo Utara Dipertanyakan

dok.timlo.net/red
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Solo, Supriyanto (dok.timlo.net/red)

Solo —┬áKalangan DPRD Solo mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terkait pengembangan kawasan Solo utara. Pasalnya, dalam draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Sementara (KUA PPAS) APBD 2016, Pemkot sama sekali tidak memasukkan pengembangan Solo utara.

“Dalam draft KUA PPAS (APBD 2016), perhatian Solo utara tidak dimunculkan dan tidak ada tindak lanjut program 10 tahun yang sudah diprogramkan. Sehingga kami usulkan kemarin KUA PPAS mencantumkan pembangunan Solo utara yang berkelanjutan,” kata anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo, Supriyanto, kepada wartawan, Jumat (23/10).

Meskipun pada akhirnya Banggar bisa memasukkan program pembangunan Solo utara, porsi yang terakomodir sangat sedikit. Yakni pedestrian di Jl Adi Soemarmo senilai Rp 1,1 miliar dan tugu batas kota. Selain itu dimasukkan pula DED (Detail Enginering Design) penanda batas kota Kadipiro.

“Solo utara ini jelas sengaja dilupakan. Kemarin saja tidak serius, ini dilupakan. Padahal Solo utara ini masuk dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2005, 2010,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Supriyanto berpendapat, pengembangan Solo utara seharusnya menjadi prioritas mengingat kedepan sangat prospek. Hal itu seiring bakal segera selesainya tol Solo -Kertosono. Lantaran itu, pengembangan Solo utara seharusnya menjadi kebutuhan utama.

Anggota Banggar lainnya, YF Sukasno menyatakan hal senada. Beberapa perencanaan pengembangan Solo utara semula tidak muncul di KUA PPAS APBD 2016.

“Koridor Banyuanar, batas kota Solo dengan Karanganyar yang di uatara, itu hilang semua tidak ada. Kemudian penataan Jl Jaya Wijaya di Mojosongo yang sudah ada konsepnya juga tidak ada,” ujarnya.

Menurut legislator PDIP ini, pengembangan Solo utara menjadi penting lantaran semestinya bisa untuk menarik investor. Selama ini, investor terfokus di Solo tengah dan Solo selatan.

“Penbangunan Solo utara ini kan Untuk menarik investor agar beban di Solo tengah berkurang,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge