0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Serangan Wereng Tidak Ditanggung Asuransi

DSC06749
Sawah gagal panen (ilustrasi ()

Karanganyar — Musuh utama petani yang menyebabkan sering gagal panen adalah serangan wereng coklat. Namun, kerugian akibat serangan hama ganas ini tidak masuk dalam tanggungan asuransi usaha tani padi (AUTP).

“Nilai pertanggungan dan apa saja yang bisa ditanggung asuransi sudah ditentukan,” kata Parta Nainggolan dari PT Jasindo, kemarin.

Parta mengatakan, terdapat bidang-bidang obyek tanggungan dalam program AUTP. Yakni sawah di aliran irigasi alias non tadah hujan. Selain tanggungan kerusakan akibat banjir dan kekeringan, jenis OPT juga ditentukan.

“Yang ditanggung seperti serangan walang sangit, tikus dan blast. Namun kami tidak membayar klaim untuk serangan wereng hijau, kepiting tanah, putik, ulat, burung dan sebagainya,” katanya.

Program ini akan terus dievaluasi sampai memenuhi keinginan petani. Menurutnya, bukan tidak mungkin kelanjutan program mendatang memberi kesempatan obyek lain dikaver, termasuk gagal panen di sawah tadah hujan.

Sementara itu, menurut Suproyono, salah seorang petani di Desa Jati, Kecamatan Jaten, gagal panen yang sering terjadi pada sawahnya adalah akibat terkena serangan hama wereng coklat. Namun kerugian akibat serangan hama ini ternyata tidak ditanggung oleh asuransi.

“Ya saya akan pikir-pikir untuk ikut, karena kondisi sawah saya semuanya baik hanya wereng yang paling sering membuat gagal panen,” kata Supriyono.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge