0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sering Ditertibkan, PKL Monas Semestinya Dibina

merdeka.com

Petugas gabungan tertibkan PKL Monas

Timlo.net – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Monumen Nasional (Monas) memang kerap membuat Pemprov DKI kerepotan. Meski dilarang berkali-kali untuk tak berjualan, berkali-kali pula mereka melanggar aturan.

Ujungnya, Pemprov DKI menempatkan petugas Dishub dan Satpol PP di sekitaran Monas untuk menghadang PKL masuk. Imbasnya, aksi penertiban PKL ini kerap membawa kericuhan.

Anggota Komisi A DPRD DKI, Syarif mempunyai pandangan tersendiri tentang penertiban PKL di kawasan Monas. Menurutnya, pelarangan berupa mensterilkan PKL dari kawasan Monas bukanlah suatu strategi yang tepat.

“Saya kira, kalau alasannya karena PKL menurut saya tidak tepat, kenapa sih PKL jadi musuh gitu. Emang kenapa sih? Kan PKL bisa dijagain,” ujar Syarif ketika ditemui di gedung DPRD DKI, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

“Dibuat Monas itu buat rakyat, dosa apaan PKL distempel perusuh?” imbuh dia.

Syarif menyadari, PKL memang kerap membawa persoalan tersendiri di Monas. Namun demikian, kata dia, masih ada cara yang lebih bagus ketimbang memperlakukan mereka sebagai perusuh.

“Dibebasin gitu aja juga jangan, tapi ditata. Yang masalah itu kan katanya PKL. Kalau diizinin PKL buka lapak katanya jadi rusuh, kotor. Harusnya dibina, ditata, Polsek Gambir dan Polres Jakpus pernah ngasih saran PKL dagangnya deket Monas enggak dikasih,” ujarnya.

“Jangan dimusuhi PKL. Gangguan ya diatasi ada petugas yang mengatasi Satpol PP,” papar dia.

Tak hanya mengkritik Pemprov DKI, Syarif mengusulkan agar PKL di kawasan Monas mesti ditata secara baik. Caranya, kata dia, Pemprov DKI membuat lenggang agar mereka dapat berjualan secara tertib.

“Kalau disteril itu seperti kota suci aja. Gangguan ya diatasi. Jadi cara bacanya salah, bukan disteril. Buat lenggang Jakarta. Terus bikin kostum. Kreatiflah, jangan dimusuhi,” pungkas dia.

[ren]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge