0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sulit Padamkan Lahan Gambut, Malaysia dan Australia Menyerah

merdeka.com

Menteri Kehutanan Siti Nurbaya

Timlo.net — Beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Australia turut serta dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia. Mereka pun mengakui, bahwa proses pemadaman tidaklah mudah, terutama untuk pemadaman lahan gambut.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan sebagian negara sudah menarik bantuannya dengan berbagai alasan.

“Waktu saya ke lokasi kebakaran, Malaysia dan Australia sudah kembali (pulang). Autralia menarik pesawatnya karena di sana juga ada kebakaran hutan,” kata Siti Nurbaya di Jatim Park Batu, Jawa Timur, Kamis (22/10).

Malaysia, kata Nurbaya, hanya punya waktu sepekan untuk membantu Indonesia sehingga harus kembali ke negaranya. Karena itu, Pemerintah Indonesia akan meminta kembali beberapa negara untuk ikut membantu memadamkan kebakaran.

“Kita akan minta lagi. Mereka mengakui, bilang susah sekali,” katanya.

Nurbaya mengungkapkan kesulitan-kesulitan dalam upaya pemadaman lahan gambut. Kendati bagian permukaan sudah tidak ada api atau padam, tetapi di kedalaman masih ditemukan api yang terus membara. Pada kedalaman 5 meter sampai 8 meter, bara api masih mengepulkan asap.

“Kita sudah laporkan ke Presiden. Sesuai instruksi beliau, tidak boleh berhenti, jangan berhenti. Kita terus berupaya mematikannya,” katanya.

Lima pesawat jenis air traktor dikerahkan untuk memadamkan sumber api, di samping dua pesawat Rusia yang bisa membawa 5.000 liter. Sekitar 29 ribu personel dari berbagai unsur dikerahkan. Mereka disebar di Sumatera Selatan, Riau Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan lain-lain, yang memiliki persoalan asap.

Nurbaya juga menyebut, bahwa kebakaran hutan dan bencana asap tidak terlepas dari kebijakan pemerintahan masa lalu. Keputusan penggunaan lahan gambut sebagai konsesi, HTI dan perkebunan, menimbulkan adanya pembakaran lahan untuk diolah.

“Tetapi tidak ada pilihan, kita harus matikan dengan segala cara,” tegasnya.

[ren]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge