0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Limbah Sabut Kelapa Ternyata Bisa Dibuat Diffusorber

timlo.net/eko prasetyo

Aris sedang memamerkan diffusorber hasil karyanya

Solo – Perkembangan teknologi dan transportasi sekarang ini semakin dapat mempengaruhi tingkat kebisingan suara yang dapat menyebabkan bagai gangguan.

“Kebisingan suara tersebut dapat diminimalisir dengan adanya diffusorber,” jelas Aris Minardi, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) kepada Timlo.net saat menunjukkan hasil karyanya yang diikutsertakan dalam Olympiade Sains Nasional di Kampus UNS, Solo, baru-baru ini.

Menurut Aris, diffusorber yaitu suatu alat yang mempunyai dua fungsi yaitu sebagai diffuser dan absorber. Diffuser mempunyai fungsi yaitu menghamburkan gelombang bunyi dan tidak menghilangkan energi bunyi. Sedang absorber mempunyai fungsi menyerap energi suara dari suatu sumber suara.

Diffusorber, menurut Aris, dibuat dari bahan-bahan yang dapat menghamburkan gelombang bunyi dan menyerap energi suara.

Aris menghasilkan karyanya bersama 4 temannya, yakni Dian Afiff Rusydan, Faisal Dharma, Iwan Yahya, dan Harjana. Dia mengatakan, bahan-bahan pembuat diffusorber tersebut dapat berasal dari limbah yang ada sekitar masyarakat. Antara lain limbah serbuk serabut kelapa. Limbah serbuk serabut kelapa dapat dipakai karena bahannya berserat, sehingga mempunyai pori-pori yang cocok untuk pembuatan diffusorber.

Menurut Aris, limbah tersebut bisa didapatkan secara mudah dan tanpa mengeluarkan biaya. Sehingga pembuatan diffusorber ini relatif murah dan ramah lingkungan, karena menggunakan limbah yang tidak berbahaya.

“Hasil uji coba didapat bahwa diffuser dekoratif dan absorber berprofil ini dapat bekerja optimal di low frequency and high frequency,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge