0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korban Penganiayaan Bripda TI Alami Trauma Berat

timlo.net/nanin

Bripda Taufik Ismail jalani rekonstruksi penganiayaan

Boyolali — Salah satu korban penganiayaan Bripda Taufik Ismail (TI) cs, Syaiful Anwar (15) mengalami taruma berat. Meski kesehatannya telah pulih, namun jika korban selalu mengingat kembali peristiwa yang merenggut nyawa Edi Susanto itu.

“Kalau ingat penganiayaan itu, dia langsung sesak napas,” ucap Arif Sahudi, penasehat hukum yang ditunjuk orang tua Syaiful, Kamis (22/10).

Selain itu, korban hingga saat ini bila berangkat dan pulang sekolah selalu minta diantar ayahnya, Supanto. Bahkan, korban meminta agar pindah rumah. Melihat begitu beratnya trauma yang dialami Saiful, pihaknya kemudian mengadukan kasus ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta.

“Harapan kita, KPAI segera turun tangan dan melakukan pendampingan ke korban, masa depannya jelas terancam bila dibiarkan,” tambahnya.

Dijelaskan, trauma berat yang dialami Saiful, lantaran dianiaya dan melihat bagaimana korban Edi Susanto dibakar. Tak hanya itu, trauma juga dialami saat Bripda Taufik menodongkan pistol.

“Harusnya polisi ikut turun tangan memulihkan trauma korban,” imbuhnya.

Disisi lain, dia juga menyebut sebagai penegak hukum, mestinya ikut pengayomi dan mendidik masyarakat untuk mematuhi hukum.

“Kalau memang bersalah kan bisa dilaporkan ke polisi, bukan dianiaya seperti itu,” ungkapnya.

Dalam kasus penganiayaan terhadap Saiful Anwar, petugas telah menetapkan enam tersangka, Agus Renaldy (26), Samsul Bakri (25), Nur Cahyadi (18), Muhammad Mudhakir (25), serta Taufik Ismail (23) dan Eko Ady Saputro (24). Kasus ini dipicu kecurigaan tersangka atas hilangnya televise dan uang sebesar Rp 1,8 juta milik ayah Taufik, yang dituduhkan terhadap dua korban.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge