0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Majalah Lentera, Komnas HAM Turun Tangan

dok.merdeka.com

Komnas HAM

Timlo.net – Penarikan majalah Lentera edisi ‘Salatiga Kota Merah’ oleh aparat Kepolisian dan pihak kampus Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga berbuntut panjang. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia akan melakukan investigasi terkait tindakan ini.

“Kita juga ada undang-undang pers, kalau sudah memenuhi kaidah-kaidah (jurnalistik) tadi yang disampaikan. Kita lihat ada pelanggaran HAM atau tidak,” kata Koordinator Sub Komisi Mediasi Komnas HAM Ansori Sinungan, Kamis (22/10).

Menurut Ansori, sikap Rektorat Universitas Kristen Satya Wacana yang menilai majalah Lentera telah meresahkan masyarakat lantaran memuat peristiwa Gerakan 30 September, harus didalami terlebih dulu.

“Penarikan itu dari kepolisan melihat meresahkan masyarakat. Kalau sudah memenuhi kaidah pers, tidak ada yang meresahkan, tidak sepantasnya ditarik,” kata dia.

Dia menduga ada pihak-pihak yang keberatan jika pelanggaran HAM masa lalu yakni peristiwa Gerakan 30 September 1965 diungkit kembali.

“Pengennya sama- sama sudah lupakan,” kata dia.

Presidium Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia, Agung Sedayu menilai Majalah Lentera sudah memberitakan sesuai kode etik jurnalistik.

“Tidak ada unsur-unsur provokasi atau apa di sana. Mereka sekedar meluruskan hasil dari liputan mewawancarai pelaku sejarah, hasil riset itu mereka melakukan polling sangat lengkap itu,” jelas Agung.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge