0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UMKM Jangan Hanya Berfokus Pada Harga Dan Kualitas Produk

Ahmad Zayki

Dok: Timlo.net/Facebook

Ahmad Zayki

Solo—Beberapa tahun terakhir ini banyak UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang mulai menggunakan internet sebagai media berjualan. Toko dan penjual online pun bermunculan. Mereka bisa menggunakan berbagai fasilitas di internet untuk berjualan mulai dari berjualan di Facebook, e-commerce atau membuka situs toko online sendiri.

Tapi sayangnya sekalipun menggunakan teknologi modern untuk memasarkan dan mempromosikan produk dan jasa mereka, banyak UMKM masih berfokus pada harga dan kualitas produk mereka. Saat berpromosi, mereka menekankan pada kualitas produk dan harga yang bersaing. Metode pemasaran ini dalam dunia marketing disebut marketing 1.0.

“UMKM jangan menggunakan marketing 1.0 lagi,” terang Ahmad Zakyi, co-founder Marketbiz.net saat ditemui Timlo.net dalam acara NBC #19 SOLO 2015 “Growth Hack Marketing” yang digelar di The Sunan Hotel Solo, Kamis (22/10) sore.

Bila memakai marketing 1.0 mereka harus berfokus dengan kualitas barang dan harga. “Padahal dengan metode ini sustainability-nya susah. Kalau ada kompetitor baru yang masuk ke pasar dan menawarkan harga yang lebih murah, maka mereka akan kerepotan,” terangnya.

Salah satu solusinya adalah menggunakan marketing 3.0 yang berfokus pada menciptakan nilai lebih saat konsumen menggunakan produk-produk mereka. Dalam teorinya marketing 3.0 menekankan pada nilai-nilai yang tidak terlihat. Misalnya brand seperti The Body Shop, yang menawarkan produk-produk kosmetik. Brand itu dikatakan tidak hanya menjual produk saja tapi menawarkan nilai baik masyarakat dan lingkungan. Misalnya mereka membina dan berdagang dengan masyarakat pedalaman. Perusahaan itu juga gemar terlibat dalam kegiatan-kegiatan lingkungan dan memastikan produk mereka bebas dari tes yang dilakukan terhadap binatang.

Ahmad mencontohkan jika pendekatan ini bisa diterapkan juga untuk produk-produk Indonesia. Misalnya salah satu perusahaan teh nasional yang pernah menjadi kliennya. Fokus promosi dan pemasaran mereka tidak lagi pada kualitas teh mereka atau harga produk teh mereka, tapi pada nilai-nilai yang ditawarkan. Dalam kampanye iklan perusahaan teh itu, ditunjukkan jika ngeteh dengan produk teh mereka bisa membantu keluarga menciptakan dan membina rasa kekeluargaan dan kedekatan.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge