0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hidayat Nurwahid Angkat Suara Sikapi Rencana Reshuffle Jilid II

dok.merdeka.com

Hidayat Nur Wahid

Timlo.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta lebih berhati-hati saat memutuskan reshuffle kabinet jilid II. Seperti halnya saat melakukan reshuffle jilid I dan menunjuk Rizal Ramli sebagai Menko Kemaritiman menggantikan Indroyono Soesilo, Rizal langsung membuat kegaduhan.

“Secara prinsip reshuffle adalah hak prerogatif Presiden. Mau tiap hari reshuffle boleh saja, mau setahun boleh saja, tapi saya sarankan dipikirkan secara masak. Contoh saat reshuffle, Menko Maritim langsung bikin gaduh,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nurwahid, Rabu (22/10).

Lebih jauh, Wakil Ketua MPR ini menyarankan agar Jokowi lebih hati-hati saat menunjuk seseorang sebagai menteri. Hal ini karena menteri yang baru ditunjuk membuat kesalahan, yang disalahkan adalah Presiden yang menunjuk menteri itu.

“Penunjukan menteri harus hati-hati, kalau ada apa-apa jangan menterinya yang disalahkan, kan yang nunjuk menteri Presiden,” katanya.

Kabar rencana perombakan kabinet kerja jilid II semakin santer berembus. Presiden Joko Widodo disebut-sebut tengah mengevaluasi kinerja menterinya dan akan melakukan bongkar pasang dalam waktu dekat.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge