0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD Solo Beri Kesempatan Perbaikan Parkir Elektronik

Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto (Dok.Timlo.net/daryono)

Solo —  Jajaran Komisi III DPRD Solo memberi kesempatan kepada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo untuk melakukan perbaikan manajemen parkir elektronik di kawasan Coyudan. Jika hasil evaluasi tidak menunjukkan perbaikan, tidak menutup kemungkinan parkir elektronik tidak dilanjutkan.

“Kenyataan di lapangan, parkir elektronik ini ternyata banyak kendala. Tidak seperti apa yang dipikirkan UPTD Perparkiran,” kata Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto, kepada wartawan, Kamis (22/10).

Honda menerangkan, beberapa kendala yang disampaikan Dishubkominfo diantaranya baterai alat pencatat parkir ternyata tidak tahan lama. Kemudian, lantaran sudah berusia lanjut, juru parkir yang mengoperasikan parkir elektronik kurang sigap sehingga pelayanan parkir menjadi lama.

“Ada pula kejadian lucu. Pengguna parkir masuk ke dalam toko mencari barang. Lantaran barang yang dicari tidak ada, dia keluar dan tidak mau membayar parkir. Juru parkirnya juga tidak memberikan struk parkir sehingga catatan parkirnya di alat parkir jalan terus. Tagihan parkinya jadi membengkak,” ujarnya.

Persoalan lainnya, lanjut Honda, lantaran ruas parkir cukup lebar, petugas parkir terkadang tidak bisa menghandle ruas wilayahnya. Ketika sedang melayani pengguna parkir, sudah masuk pengguna parkir lainnya sehingga pengguna terakhir tidak tercatat.

Melihat berbagai persoalan di lapangan, Komisi III memberi waktu Dishubkominfo melakukan perbaikan dan evaluasi. Sejumlah langkah sudah disampaikan guna perbaikan parkir elektronik.

“UPTD Parkir juga akan meminimlisir hasil evaluasi. Akan ada perubahan zona, ada pembatas, dan mempersempit ruas parkir, misalnya untuk ruas 25 meter agar dihabdle satu personil. Dan itu bisa kita pahami karena itu merupakan perubahan sistem,” katanya.

Honda berharap, Januari 2016 mendatang, kekurangan-kekurangan bisa teratasi. Namun, jika terus berlanjut, bukan tidak mungkin, pemberlakuan parkir elektronik bakal dievaluasi.

Adapun untuk 2016, ujar Honda, ajuan anggaran Dishubkominfo untuk perluasan parkir elektronik sekitar Rp 200 juta. Perluasan baru terbatas di Jl Dr Radjiman.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge