0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Restitusi Pajak Perusahaan Smartfren Diduga Dikorupsi

merdeka.com

Gedung Kejaksaan Agung

Timlo.net — Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung mulai mengusut kasus dugaan korupsi restitusi pajak perusahaan Mobile 8 yang kini berubah nama menjadi Smartfren dan dikuasai oleh Sinarmas Group. Kasus ini bergulir saat perusahaan tersebut dikuasai oleh bos MNC, Hary Tanoesoedibjo.

Ketua Tim Penyidik kasus tersebut, Ali Nurudin mengatakan kasus dugaan korupsi terkait restitusi pajak ini melibatkan Smartfren dengan PT Jaya Nusantara.

“Itu perusahaan telekomunikasi yang sekarang namanya Smartfren, dulu Mobile 8. Jadi, transaksi ini merupakan perdagangan antara Mobile 8 tahun 2007-2009,” kata Ali di gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Rabu (21/10).

Dia menjelaskan kasus ini bermula saat Smartfren yang saat itu masih dikuasai Hary Tanoe melakukan transaksi dengan PT Jaya Nusantara sebesar Rp 80 Miliar. Transaksi itu berkaitan dengan pembelian barang berupa alat-alat telekomunikasi.

Akan tetapi, PT Jaya Nusantara di Surabaya tidak mampu membeli barang-barang jasa telekomunikasi berupa handphone ataupun pulsa. Sehingga, lanjut dia, ada sebuah rekayasa yang seolah-olah terjadi perdagangan dengan membuatkan process order dan invoice sebagai fakturnya.

“Padahal uang Rp 80 Miliar itu bukan berasal dari Jaya Nusantara, jadi seolah-olah mereka mampu membeli,” tambah dia.

Atas transaksi itu, Smartfren lantas mengajukan restitusi pajak ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Surabaya Wonocolo agar masuk di bursa Jakarta.

“Di sini kemudian pengajuannya diproses dan dikabulkan menggunakan transaksi dan faktur yang seolah-olah ada perdagangannya. Jadi negara dirugikan sekitar Rp 10 Miliar lah,” terangnya.

Ali menjelaskan, kasus ini bergulir pada 2007-2009 di mana pemilik Smartfren adalah Hary Tanoe. Dia menegaskan jika kasus ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya, kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan umum.

Hanya saja, saat kembali ditegaskan kembali siapa pemilik Smartfren saat kasus ini bergulir, Ali dengan tegas menyebut bos MNC Group tersebut.

“Ada salah satunya Harry Tanoe,” tandasnya.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge