0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sampai di Pos, Pendaki Ritual Diperiksa Kesehatannya

timlo.net/nanang rahadian

Pendaki mendapat pemeriksaan kesehatan

Karanganyar — Delapan pendaki ritual dan tiga pemilik warung di puncak Hargodalem memilih bertahan. Berbagai alasan mereka kemukakan kepada Tim SAR yang meminta mereka turun karena kebakaran di Hutan Lawu semakin meluas.

“Kami sudah berusaha bernegosiasi dengan mereka namun dengan berbagai alasan mereka memilih bertahan,” kata Supriono, Komandan Pengendali Operasi SAR, Basarnas Jawa Timur, Rabu (21/10).

Supriono mengatakan para pendaki ritual tersebut mayoritas bertahan karena menjalani tirakat dan ingin mendekatkan diri kepada sang pencipta. Saat ini tirakat atau lelaku yang mereka lakukan belum selesai.

“Pendaki ritual ini ingin menyelesaikan tirakatnya dulu baru mau turun,” kata Supriono.

Sedangkan untuk pemilik warung, lanjut Supriono, mereka memilih bertahan karena punya tanggungan dagangan yang masih banyak. Bahkan mereka mengaku dagangan mereka bisa bertahan hingga dua minggu.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi kita menentukan langkah selanjutnya, Apakah harus dipaksa turun atau bagaimana kita tunggu koordinasi kita dengan instansi terkait,” jelas Supriono.

Supriono menambahkan, semua pendaki yang turun langsung diperiksa kesehatannya oleh tim medis. Selain itu mereka juga diberi suplemen makanan untuk menambah daya tahan tubuhnya.

“Alhamdulillah sehat semuanya, perjalanan dari puncak yang diperkirakan 4,5 jam bisa ditempuh dalam waktu 3,5 jam,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge