0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rektor Universitas Surakarta Tolak Hukuman Kebiri

dok.timlo.net/tyo eka
Rektor Universitas Surakarta (UNSA) Prof Setyono (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Rektor Universitas Surakarta (UNSA) Prof Setyono menolak dilaksanakannya hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak. Ia menyebut lebih baik dihukum mati saja.

“Hukuman kebiri, saya tidak setuju. Lantara menyalahi hak azasi manusia (HAM),” tandas Prof Setyono yang juga Guru Besar UNS kepada Timlo.net, saat diminta komentar tentang hukuman kebiri, di Solo, Rabu (21/10).

Selain menyalahi HAM, kata Setyono, juga orang salah belum tentu salah. Mungkin sekarang salah, tetapi belum tentu lima sepuluh tahun sudah baik. Tetapi kalau dikebiri, maka akan terlanjur dikebiri.

“Bagi saya lebih baik dihukum seberat-beratnya, bahkan dihukum mati. Kalau korbannya banyak, ya dihukum mati saja,” tandasnya.

Menurutnya, hukuman kebiri dalam peraturan hukum yang berlaku juga tidak ada yang mengaturnya. Sehingga kalau hal itu dijalankan maka dipastikan bakal terjadi polemik yang berkepanjangan.

“Artinya kalau Pak Jokowi (Presiden) setuju, terserah. Tetapi saya tidak setuju,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge