0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Digerogoti Kanker Ganas, Ekonomi Terhimpit, Katni Tetap Tabah

tarmuji (istimewa)

Katni pasien kanker ganas

Wonogiri — Sesekali menghela nafas panjang, sembari menahan rasa sakit, Katni (43) warga Dusun Temon Lor RT 02/RW 05, Desa Temon, Kecamatan Baturetno , Kabupaten Wonogiri ini bertahan dengan sisa semangatnya, melawan Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak.

Ibu dua anak ini tinggal di sebuah rumah mungil berdinding kayu hasil program bedah rumah dari pemerintah, karena sebelumnya rumah Katni memang tak layak huni. Kesehariannya Katni tinggal bersama suaminya Jarto dan anak keduanya yang masih duduk di bangku SMP sedang anak pertamanya merantau ke luar kota.

Penyakit ganas itu berawal dari sekitar bulan Juni 2014 lalu, Katni merasakan nyeri pada paha sebelah kanan. Awalnya hanya benjolan kecil sebesar bisul, tapi lama-lama bertambah besar. Kala itu, Katni masih bekerja seperti biasanya, tak mau menambah beban keluarga. Sebisa mungkin Katni membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai buruh tani. Membantu suaminya yang bekerja sebagai tenaga serabutan dengan pendapatan yang tak menentu.

Seiring waktu berjalan, benjolan tersebut kian membesar. Sakit di sekujur benjolan semakin terasa. Kemudian oleh keluarga, Katni dibawa ke sebuah RS swasta di Wonogiri. Di RS Katni diminta segera menjalani tindakan operasi. Mendekati lebaran tim Dokter memutuskan segera melakukan tindakan operasi. Diagnosa sementara waktu itu tumor di paha kanan. Paska operasi keadaan sempat membaik.

Namun, dua bulan kemudian benjolan itu muncul lagi dengan kondisi lebih besar dari sebelumnya. Melihat kondisi yang mengkhawatirkan seperti itu, pihak RS merujuk Katni ke RSUD Dr Moewardi Solo. Di RS ini Dokter juga segera mengambil tindakan cepat dengan melakukan serangkaian test pendukung untuk operasi.

Sebelum operasi dilakukan Dokter sempat memberikan gambaran kemungkinan besar setelah dilakukan operasi Katni bisa jadi mengalami kelumpuhan. Akhirnya, Katni pun menyanggupi dengan segala macam resikonya.

Dua hari menjalani rawat inap di RSUD Moewardi Solo Katni langsung menjalani operasi pengangkatan benjolan. Operasi berjalan lancar dan setelah operasi Katni masih bisa menggerakkan kakinya, bahkan masih bisa berjalan kembali. Namun, hasil tes laboratorium menyebut bahwa Katni menderita Pleomorphic Rhabdomyosarcoma, penyakit kanker ganas yang menyerang jaringan lunak seperti otot dan biasanya menyerang di bagian leher, kaki, paha. Kebetulan Bu Katni menderita penyakit ini dan menyerang di paha bagian kanan.

10 Hari pasca operasi muncul masalah baru. Luka operasi tak bisa mengering, terjadi pembengkakan bahkan jahitan operasi mulai lepas dengan sendirinya. Belakangan, diketahui penyebabnya adalah terjadinya penumpukan cairan nanah dan darah di dalam bekas operasi. Tim medis terpaksa membuka seluruh jahitan untuk mengeluarkan semua cairan dan membiarkan luka terbuka. Dokter sudah menjelaskan bahwa Katni menderita kanker ganas level 3.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge