0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Stok Air di Embung Musuk Makin Kritis

timlo.net/nanin

Kondisi embung Musuk makin kritis

Boyolali – Tidak adanya pasokan selama musim kemarau membuat persediaan air membung musuk kritis. Saat ini persediaan air di embung hanya tinggal tersisa 10 ribu kubik, dan hanya cukup mensuplai air bersih ke pelanggan hingga pekan pertama bulan depan.

“Awal bulan November air sudah habis,” ujar Pj Direktur PUDAM, Cahyo Sumarso, Selasa (20/10).

Selama musim kemarau, pihaknya sudah melakukan penghematan air di Embung Musuk. Termasuk menghidupkan sumur dalam. Selama kemarau, debit air yang diambil dari embung ini hanya sekitar 5 liter per detik. Debit tersebut untuk melayani sekitar 4.000 sambungan rumah (SR) pelanggan PUDAM, khususnya yang ada di wilayah Musuk dan sebagian Boyolali Kota.

Sementara itu, penjaga embung, Margono menambahkan, akibat minimnya debit, penghematan air terus dilakukan. Pintu air dibuka hanya untuk pelanggan di Desa Madu, Kecamatan Mojosongo dan Ringinlarik, Kecamatan Musuk. Sedangkan aliran ke pelanggan di Boyolali Kota dihentikan.

“Malam hari kita buka, itupun tidak bisa menjangkau semua pelanggan,” tambahnya.

Sementara untuk menghabiskan air ke seluruh pelanggan sangat tidak mungkin. Sebagian tetap disisakan untuk pemeliharaan embung, hal ini juga untuk menjaga agar lapisan membran tidak cepat rusak terpapar sinar matahari.

“Dasar embung juga banyak endapan, jika dipaksakan dialirkan akan menganggangu,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge