0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

500 Perawat Dikirim ke Suriname

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengirim 500 tenaga perawat ke Suriname. Mereka akan bekerja di beberapa rumah sakit yang masih kekurangan perawat.

“Pengiriman itu atas permintaan menteri tenaga kerja sana, khususnya perawat spesialis perawatan ginjal,” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Selasa (20/10).

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Pemprov Jateng akan mengupayakan perawat dari akademi-akademi keperawatan di Jawa Tengah antara lain Akper Semarang.

Selain perawat, Jateng juga berpeluang mengirimkan tenaga akuntan. Saat ini di Suriname terdapat kekurangan tenaga akuntan untuk mengisi posisi di perusahaan perdagangan, asuransi dan perbankan.

“Jadi ketika kami ke sana (Suriname) bertemu pengusaha juga, dan mereka mengeluhkan itu (kekurangan akuntan),” jelasnya.

Ganjar berkunjung ke Suriname pada 29 September hingga 2 Oktober lalu. Selain soal pengiriman tenaga kerja, dibahas juga peningkatan hubungan bilateral, kerjasama investasi, perdagangan, dan seni budaya.

“Ada potensi investasi furniture dan wooden craft di Suriname, kita bisa juga kirim tenaga-tenaga ahli,” paparnya.

Dalam bidang seni budaya, Pemprov Jateng memberi beasiswa bagi tiga siswa SMA Suriname untuk menempuh pendidikan S1 jurusan bahasa dan kebudayaan Jawa di Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Kemudian juga beasiswa short course bahasa Jawa bagi empat guru sekolah. Selain itu juga ada kesepakatan kerja sama di bidang riset lingkungan pantai dan kehutanan antara Unnes dan Universitas Anton de Kom.

Dalam kesempatan itu, Jateng menampilkan tari-tarian pada acara-acara di Indofair atau peringatan 100 tahun kedatangan orang Jawa ke Suriname.

Gubernur juga menyumbangkan alat-alat musik kepada grup keroncong legendaris Suriname, Legiman Brothers Band.

Sebelum pulang, Ganjar berbincang dengan masyarakat keturunan Jawa di Taman Redjo, distrik Commewijne.

“Saya undang mereka untuk berkunjung ke Jateng, ini kan daerah nenek moyang mereka. Selain wisata juga mungkin bisa bertemu sanak keluarga,” pungkasnya.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge