0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisah Mongol, Dari Jual Koran Jadi Bintang Stand Up Comedy

dok.merdeka.com

Mongol

Timlo.net – Comic (pemain stand up comedy-red) Mongol merasakan jalan hidup berliku sebelum sukses seperti sekarang. Dia mengaku pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Setelah dipecat sebagai karyawan lantaran krisis moneter, Mongol bahkan sampai jualan koran dan kerja di rumah makan Padang.

“Dulu gue jualan koran di Tugu Tani, Kwitang sekitar tahun 2000an,” cerita Mongol, kemarin.

Jualan koran digelutinya sore hari, karena yang dia jual adalah koran yang terbit siang. Sementara paginya Mongol bekerja di sebuah rumah makan Padang yang tak jauh tempatnya mangkal jualan koran.

Tapi kini Mongol telah sukses. Selain menjadi artis top, pundi-pundi rupiah dia hasilkan dari bisnis rental mobil yang digelutinya di daerah asalnya, Manado. Bahkan kini Mongol telah memiliki 26 armada.

Berikut wawancara lengkap dengan pria yang bernama asli Rony ini:

Hasil stand up udah bisa buat usaha apa?

Saya punya rental angkot. Ada 26 mobil sejak 2012 di Manado. Kenapa di Manado karena gue kan ngerti orang Manado. Sudah gitu perbatasan jauh. Orang mau nyolong harus lapor, susah. Jalan cuma satu trans Sulawesi, ke kiri jurang ke kanan laut.

Yang jalanin bisnis rental mobil di Manado?

Adiknya mama. Jadi semuanya mereka meski adiknya mama, bergaji. profesional kerja. Sepupuku, kerja kita gaji.

Mongol seperti apa sih orangnya sebenarnya?

Nyantai. Gue nggak pernah berlaku sebagaimana artis. Ke mal nggak harus pamer, muka gue kan nggak mendukung. Gue mau beli barang branded kebeli saja, tapi orang yakin nggak itu branded. Biasanya ke mal nonton sama anak, sendiri juga. Kalau ngajak pasangan, dia mampir di toko-toko branded, stres saya. Dompet saja harganya 16 juta apalagi tas. Bra saja Rp 300 ribu, gimana isinya bang. Hahaha. Itu yang bikin banyak cowok Jakarta jadi homo bang, hahaha.

Dulu pernah mengalami masa-masa susah?

Iya lah. Dulu gue jualan koran di Tugu Tani, Kwitang sekitar tahun 2000an. Gue jualan koran 9 bulan. Dulu krismon, gue kerja berangkat ke kantor, eh kantor disita bank. Kita kalang kabut saat itu. Kita mau kerja dimana.

Dulu lowongan kerja yang dicari 5 yang daftar ribuan. Gue berpikir mending kerja saja. Jadi pagi kerja di rumah makan Padang, siang jualan koran. Jadi melewati fase seperti itulah. Tapi nggak harus malu karena seseorang kalau nggak ada fase itu, nggak mungkin kupu-kupu langsung jadi kupu-kupu.

Berapa lama mengalami masa-masa sulit itu?

Kurang lebih dua tahun. Setelah itu kerja di percetakan. Tapi dulu pernah jadi asisten pribadinya Dirly Idol. Dia syuting kemana gue ikutin. Setelah itu gue jadi artis, gue baru masuk stand up.

Masih sering berhubungan dengan Dirly Idol?

Jarang ketemu, masih terakhir ketemu di Kemang Village. Kalau pun dianggap kita bersaing nggak ada persaingan. Dia penyanyi, gue pelawak. Gue pernah nyanyi saja kuntilanak milih pulang, suara gue fals. Kalau ada yang ngajak rekaman mending gue pindah agama. Gue karaoke saja komputernya restart sendiri.

Sekarang lagi sibuk film apa?

Yang sekarang proyek terbesar ya film ‘Ups Ada Vampir. Gw bangga. Gue sebelumnya pemeran pembantu, sekarang pemeran utama. Mulai syuting 5 Oktber. Ini saja gue habis latihan fighting. Ini proyek kenapa bikin gue tertarik, bukan honor tapi lucu ceritanya. Loe bayangin gue harus salto, padahal selama ini tengkurep saja susa. Bangga sih. Tayang rencananya tahun depan. Desember proses edit dll, mungkin Januari tayang.

Kapan punya pasangan lagi?

Belum, masih bangun karir dulu. Kata mama saya, loe punya duit gak usah nyari cewek, cewek yang nyari loe. Yang penting anak aman. Saya sudah 37 tahun lebih, kan dalam hal-hal tertentu kita sudah kurang mampu, urusan ranjang capek, nggak sempat ngapa-ngapain, pulang kerja langsung ngorok. Jadi stand up jalan terus supaya show tidak tergangu dan syuting tidak terbengkalai.

November nanti tayang film Warisan Olga. Saya jadi kepala gank. Itu filmnya beliau, waktu itu dia sudah syuting, lalu sakit dan meninggal. Akhirnya film diselesaikan Billy Syahputra, Chand kelvin, Tarra Budiman, dll. Sebuah kebanggaan Mongol bisa main bersama mereka, karakter beda.

Yang hendak dicapai lagi?

Selain film, Mongol saat ini bikin tur stand up seluruh Indonesia. Ada di 42 titik, namanya ‘Uncesor Tour 2015 by Mongol. Kalau Ernes Prakasa punya Merem Melek, saya punya uncensor. Itu tanpa jeda, dimulai besok 23 Oktober di Manado, diakhiri di Jakarta 9 Juli 2016. Alhamdulillah sesuatu banget, dengan muka kita ala kadarnya. Kita bisa masuk di dunia peran.

Satu yang belum gue rambah lagi, gue dipaksa-paksa diminta rekaman, Padahal mending stand up 3 jam. Gue takut banget. Tapi kan ada beberapa manajemen memaksakan. Saya punya fokus saatnya perfileman Indonesia jadi raja di negeri sendiri. Bukan berarti kita anti film barat. Film Indonesia bisa dicintai di negeri sendiri

Ngomong-ngomong nama Mongol dari mana asalnya?

Nama asli saya Rony. Kenapa jadi Mongol, gara-gara film Return of the Condor Heroes, itu ada kaisar Mongol. Katanya mirip banget sama gue. Sejak saat itu orang menyebut saya Mongol. Nambahlah sekarang jadi Mongol Stress, yang ngasih panji.

[war]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge