0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Layanan Tilang Jemput Bola Bikin Deg-Degan, tapi Warga Senang

dok.timlo.net/tarmuji
Dua petugas Kejari Wonogiri menyerahkan bukti tilangan ke warga di Banaran, Wonoboyo (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Tak hanya membuka loket pelayanan Tilang di luar hari kerja, yakni Sabtu dan Minggu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri juga melakukan langkah jemput bola. Dan ternyata hal ini, mendapat respon positif dari warga.

Sejumlah warga yang dikunjungi pegawai kejaksaan pun mengaku terbantu dengan pelayanan Kejari Wonogiri. Kebanyakan mereka yang belum mengambil Tilang beralasan sibuk dan ada juga yang pergi merantau. Sehingga, ratusan Tilangan ngendon di kantor kejaksaan setelah sidang putusan pengadilan ditetapkan.

“Tidak apa-apa, justru saya malah sangat senang. Wong anak saya tidak pernah ngasih tahu saya kalau dia ketilang, karena melanggar lalu lintas,” ujar warga Banaran RT3/RW11 Kelurahan Wonoboyo,Wonogiri, Setiyani (43), Selasa (19/10).

Menurut dia, saat ini anaknya (Cirillus Pramadika) telah bekerja di Jepang pada sebuah perusahaan peleburan baja lima bulan silam. Dia juga mengatakan, awalnya dia kaget dan “deg-degan” dengan kedatangan petugas Kejari Wonogiri. Namun setelah mendapat penjelasan dan melihat bukti tilangan berupa SIM C milik anaknya, akhirnya dia pun memahami.Bahkan,dengan senang hati,Setiyani pun membayar biaya denda tilang sebesar Rp 40 ribu.

Hal serupa juga diungkapkan Sri Cahyani (45). Warga Lingkungan Bulusari, Kelurahan Bulusulur ini mengaku terbantu dengan pelayanan Kejari Wonogiri. Pasalnya, dengan layanan jemput bola ini, SIM C milik suaminya yang berprofesi sebagai sopir carteran sejak Januari silam ditilang dapat kembali lagi.

“Suami saya sibuk terus, saat ini tengah berada di luar kota, maklum sopir carteran, Mas,” katanya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri Dwi Budi Setyo Utomo mengatakan, program layanan Tilang ini dibuka mulai 1 Oktober. Sebelumnya, pelayanan Tilang hanya dilayani pada jam dan hari kerja saja.

“Jumlah perstek sejak Januari hingga 19 Oktober 2015  mencapai 795 pelanggan. Jika dihitung dendanya mencapai Rp 53.576,000, dengan biaya perkara sekitar Rp 795 ribu,” jelas Kajari.

Dengan menerjunkan anggotanya dengan cara jemput bola diharapkan semua tilangan dapat didistribusikan,dan tidak menutup kemungkinan pelayanan loket tilang dikantor kejaksaan akan lebih dimaksimalkan.

“Untuk area dalam kota (Wonogiri) target kita ada 63 pelanggan, dan selama empat kali kunjungan sudah terealiasasi sebanyak 31 pelanggan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge