0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Beli Kasur dengan Uang Hasil Merampok, Ya Disita

merdeka.com

Mobil pengangkut uang yang dirampok oknum Brimob

Timlo.net – Berbagai jenis barang yang dibeli dengan uang hasil merampok Serda Isac Corputty disita Penyidik Pomdam IV/Diponegoro dan Ditreskrimum Polda Jateng. Tersangka merupakan salah satu pelaku perampokan mobil pengangkut uang Anjungan Tunai Mandiri (ATM) senilai Rp 5,7 miliar milik PT Advantage, 28 September lalu.

“Di rumah mertua Serda Isac Corputty yang bernama Tirin Siswoharjo di Dusun Nggaren RT 3 RW 4 Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali, penyidik Pomdam IV/Diponegoro menyita 1 unit Air Cooler Merk Munters dan 1 buah kasur lipat (Travelling Matterss Colour) merk Luxe ukuran 90 X 190 warna cokelat tua kombinasi hitam. Semua barang itu dibeli dari uang hasil perampokan,” jelas Komandan Polisi Militer (Danpom) Kodam IV/Diponegoro Kolonel CPM Arief Wibowo Djati saat jumpa pers di Markas Polisi Militer Kodam (Pomdam) IV/Diponegoro, di Jalan Arteri Yos Sudarso, Kalibanteng, Semarang, Senin (19/10).

Selain itu, lanjut dia, berdasarkan perhitungan uang yang disita, masih terdapat selisih uang yang belum diketahui keberadaannya. Sesuai data laporan pihak korban, kerugian akibat perampokan tersebut Rp 5,7 Miliar.

“Sampai saat ini, masih terdapat selisih kurang lebih Rp 250 juta yang belum diketahui keberadaannya,” katanya.

Seperti diketahui, Serda Isac Corputty bersama rekannya di Satuan Denintel Kodam IV/ Diponegoro, Sertu Trisna Prihananto, dan anggota Brimob Srondol, Polda Jateng, Brigadir Supriyanto, telah merampok uang tersebut di belakang penggilingan padi Hendra Setia di Dusun Kwagean RT 31/VII Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang,

Arief menambahkan, penyidik Pomdam dan penyidik Ditreskrimum Polda Jateng juga telah melakukan pemeriksaan konfrontasi terhadap para tersangka di Aula Mapomdam IV/Diponegoro pada Jumat 9 Oktober 2015 pukul 18.00 WIB. Penyidik Pomdam berhasil juga menyita BPKB motor Kawasaki Ninja 250 CC warna putih Nopol H 5153 Q yang dibeli oleh Sertu Trisna Prihananto dari uang hasil rampokan.

“Sedangkan penggeledahan di tempat tinggal Sertu Trisna Prihananto di Asrama Deninteldam IV/Diponegoro tidak ditemukan barang bukti,” imbuhnya.

Wadanpomdam IV/Diponegoro Letkol Cpm (K) Tri Wahyuningsih mengatakan, dua tersangka anggota TNI tersebut ditahan di tempat terpisah dengan pertimbangan keamanan. Sertu Trisna Prihananto ditahan di Denpom, sedangkan Serda Frans Isack Corputty saat ini ditahan di Pomdam.

“Keduanya ditahan di tempat terpisah untuk menghindari terjadi gesekan,” katanya.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV Diponegoro, Kolonel Inf Zainul Bahar, menegaskan akan menindak tegas terhadap kedua oknum TNI, yakni Serda Isac Corputty dan Sertu Trisna Prihananto tersebut.

“Kasus ini masih terus kami kembangkan,” katanya.

Menurut Zainul, kejadian perampokan yang melibatkan tiga aparat tersebut memalukan. Kedua oknum TNI tersebut telah mencoreng nama baik TNI. Maka pihaknya juga akan melakukan evaluasi internal di tubuh Kodam IV Diponegoro. Pihaknya juga tidak akan menutup-nutupi proses penyidikan dalam kasus ini.

Hasil pemeriksaan para tersangka dan sejumlah saksi, menyatakan Sertu Trisna Prihananto dan Serda Frans Isack Corputty mengindikasi telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 365 ayat (1) jo ayat (2) angka 2 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge