0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lagi, Dana Operasional RT/RW Dinaikkan

dok.timlo.net/red
Ketua Komisi II DPRD Solo YF Sukasno (dok.timlo.net/red)

Solo — Setelah naik Rp 200.000 tahun ini, dana operasional RT/RW dipastikan naik lagi tahun depan. Dana operasional RT naik dari Rp 1,2 Juta menjadi Rp 1,5 Juta, sedangkan dana operasional RW naik dari Rp 800 menjadi Rp 1 Juta.

Kenaikan disetujui dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2016 antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD, akhir pekan lalu.

“Kenaikan ini wajar mengingat RT/RW kan butuh operasional seperti konsumsi, biaya pertemuan rutin dan biaya lainnya. Kenaikan juga wajar seiring perubahan ekonomi,” kata anggota Banggar DPRD Solo, YF Sukasno, kepada wartawan, Senin (19/10) di gedung dewan.

Sukasno menerangkan, kenaikan itu akan menyasar 2.714 RT dan 604 RW. Selain RT/RW, kenaikan juga diusulkan untu Posyandu Balita dan Lansia sebesar Rp 500 Ribu. Namun, usulan kenaikan tersebut masih belum disetujui.

Ditanya apakah kenaikan bantuan RT/RW berkaitan dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada), Sukasno membantahnya. Kenaikan semata-mata merespon perubahan ekonomi dan kebutuhan RT/RW.

Senada, Ketua Komisi I DPRD Solo, Budi Prasetyo mengatakan pengurus RT dan RW merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat. Kenaikan bantuan RT RW juga menjawab keluhan pengurus RT RW yang mengaku masih sering tombok.

“Mereka kan masih harus tombok banyak, kasihan juga. Karenanya kami sepakat menaikan bantuannya. Itu bukan untuk honor ketua RT, tetapi keperluan warga. Misalnya pertemuan rutin, peralatan tulis, foto kopi undangan dan lainnya,” jelas dia.

Untuk diketahui, kenaikan operasional RT RW tahun depan merupakan kenaikan kedua. Tahun ini, bantuan operasional RT juga dinaikkan dari Rp 1 juta menjadi Rp 1,2 juta.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge