0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Diteror Hendak Dibakar Rumahnya

timlo.net/nanin

Galian C Karangkendal

Boyolali — Teror terhadap warga yang menolak penambangan liar di Dusun Jurang Dakon, Desa Karangkendal, Musuk, terus berlanjut. Kali ini teror dialami seorang warga, Suwandi (42), yang diancam rumahnya akan dibakar. Ancaman itu diduga berkaitan dengan tuntutan warga yang meminta penambangan ditutup.

“Kakak saya mendapat informasi ada yang hendak membakar rumah saya,” kata Suwandi, Senin (19/10).

Diduga ancaman tersebut dilakukan oleh warga yang merasa dirugikan bila penambangan galian C di jurang Dakon ditutup. Mereka diduga takut bila harus kehilangan mata pencahariaan dari penambangan Jurang Dakon.

“Ancaman ini mungkin karena mereka merasa tidak ada tempat mencari nafkah,” ujar Suwandi.

Kasus ini sebetulnya hendak dilaporkan ke pihak berwajib, namun ditunda setelah berembug dengan warga. Suwandi sendiri adalah salah satu warga yag sudah bertahun-tahun mengelola tanah oro-oro seluas 2.000 meter persegi. Tiga tahun lalu, tanah tersebut menjadi areal pertambangan dan hanya menerima kompensasi Rp 3 juta.

Sebelumnya, aksi teror juga dialami Sutikno, warga Karangkendal. Bahkan teror itu telah dilaporkan ke pihak berwajib. Sejumlah tanaman di lahan oro-oro miliknya dibabat orang yang tidak dikenal.

Disisi lain, Kapolsek Musuk, Ipda Sukoco mengatakan, telah menindaklanjuti laporan terkait perusakan tanaman milik salah satu warga di Karangkendal. Atas kasus ini, pihaknya meminta warga Karangkendal untuk bisa menciptakan suasana kondusif sembari menunggu penyelesaian konflik penambangan liar.

“Kita sudah cek ke lokasi, memang ada perusakan tanaman tapi tidak banyak,” kata Iptu Sukoco.

Kades Karangkendal, Slamet Sumarno, mengaku tidak tahu ada warga yang mendapat teror. Dia mengklaim wilayahnya aman tanpa teror apapun.

“Saya siap memberikan jawaban atas tuntutan warga,” tandas Slamet.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge