0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dari Kuliner Kaki Lima, Sukoharjo Menasional

timlo.net/putra kurniawan

Pedagang kaki lima di jalan Ir Soekarno Solobaru

Sukoharjo — Berbicara tentang potensi daerah di Kabupaten Sukoharjo memang tidak bisa dilepaskan dari jamu, batik dan gamelan. Namun disadari atau tidak, ada potensi lain yang sudah menasional berasal dari bekas wilayah Kasunanan Surakarta ini.

Dunia kuliner di Sukoharjo yang sudah sangat terkenal di tingkat nasional, mulai dari bebek goreng, nasi liwet dan juga kompleks wedangan di Solo Baru. Bagi warga masyarakat yang lebih sering beraktifitas di malam hari, semua ini mampu memuaskan lidah dan pastinya tidak terlalu menguras isi kantong.

Dimulai dari Kecamatan Kartasura, terletak di segi tiga emas eks Kesidenen Surakarta, karena menjadi titik temu arus lalulintas dari Yogjakarta, Semarang dan Solo. Di kota yang menjadi urat nadi perekonomian ke dua di Bumi Makmur setelah Solo Baru inilah kawasan kuliner secara alamiah tumbuh dan berkembang.

Tidak salah lagi, bicara Kartasura langsung teringat kuliner Bebek Goreng yang sudah sangat terkenal di tingkat nasional. Khusunya Warung Makan Bebek Goreng Pak Slamet sebagai pelopornya. Kemudian diikuti puluhan warung makan bebek di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.

“Kalau disebutkan kata Kartasura, yang saya ingat pertama kali adalah kulinernya bebek goreng Pak Slamet, namun setelah sering ke sini, ternyata banyak sekali rumah makan yang menjual bebek goreng dan semua sangat enak dan khas,” kata salah seorang warga Jakarta yang kebetulan menyempatkan diri makan di Rumah Makan Bebek Goreng Pak Ndut, Faridha, belum lama ini.

Bergeser ke kawasan Solo Baru, di kawasan perkembangan bisnis ini banyak investor yang mengucurkan dananya untuk mengembangkan bisnisnya. Namun, terlepas seperti apa kawasan Solo Baru sekarang, kuliner jalanan dan wedangan sudah menjadi destinasi wisata kuliner masyarakat Solo, Sukoharjo dan sekitarnya.

Bahkan tak jarang, pengunjung dari luar kota menyempatkan mampir untuk sekedar menghabiskan malam di warung-warung kaki lima di sepanjang Jalan Ir Soekarno. Tidak kurang 300 lebih pedagang kaki lima dan wedangan menemani kehidupan malam di Solo Baru lengkap dengan makanan khas yang dijajakan.

“Di sini mau makan apa semua ada, mulai dari makanan tradisional, tengkleng, bubur lemu, gudeg ceker, hingga aneka seafood ada di sini. Jadi kalau malam hari kita pingin makan, ke Solo Baru sudah pasti dijamin kenyang dengan harga yang bersahabat,” ungkap salah satu pecinta kuliner malam, Ari Sunaryo.

Tidak hanya itu saja, di Solo Baru juga menjadi tempat yang paling tepat untuk mencari kuliner asli Sukoharjo, Nasi Liwet. Makanan ini sangat tepat dinikmati di malam hari di bawah temaram lampu kota dan bulan yang mengintip dari balik gedung bertingkat yang mulai memadati kawasan Solo Baru.

Nasi liwet memang Karya Agung dari warga Desa Duwet, Kecamatan Baki yang sangat nikmat dan pas di lidah manusia dari belahan dunia manapun. Satu pincuk nasi gurih dengan kuah sayur labu ditambah suwiran daging ayam yang hangat sudah sepantasnya menjadi kebanggaan masyarakat Sukoharjo.

Bicara mengenai kuliner di Sukohajo masih banyak aneka masakan dan masakan asli Sukoharjo yang sudah menasional. Namun untuk ukuran kuliner yang menjadi penopang ekonomi mayarakat tingkat bawah yang disebutkan di atas sudah cukup mewakili.

Kenapa demikian? Ini karena hampir seluruh kuliner ini dijajakan di pinggir jalan dan trotoar di Sukoharjo. Dan rata-rata mereka yang menjajakan adalah masyarakat ekonomi kelas bawah yang sangat menggantungkan hidup dari hasil berjualan mereka malam itu.

Keberadaan mereka juga lahir secara alamiah dari masyarakat untuk mencari penghidupan dengan mengembangkan kreatifitas mereka dalam bidang kuliner. Mereka juga mencari tempat yang dipandang strategis dan murah agar bisa berjualan untuk menghidupi keluarganya.

Ini merupakan potensi luar biasa dari Kabupaten Sukoharjo yang mampu melahirkan masyarakat yang mandiri dan kreatif, sehingga menghasilkan produk yang luar biasa pula. Disadari atau tidak, produk seperti, Bebek Goreng, Nasi Liwet, Krasikan, Gudeg Ceker, menjadikan Sukoharjo lebih dikenal di daerah lain, bahkan hingga ke tingkat nasional dan dunia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge