0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Pembunuhan, Andang Dituntut 14 Tahun Penjara

Terdakwa kasus pembunuhan, Andang Yunardo didampingi penasehat hukumnya, Hotma Sitompul usai menjalani sidang beberapa waktu lalu ()

Solo — Terdakwa kasus pembunuhan, Andang Yunardo (54), warga Kerten RT 02/ RW 02 Laweyan, Solo dituntut hukuman penjara selama 14 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tuntutan tersebut didasarkan pada aksi terdakwa yang tergolong sadis menghabisi nyawa Rudi Giartono alias Gembeng (45) dengan cara menusuk pisau ke dada korban.

“Menuntut terdakwa dengan hukuman 14 tahun penjara,” kata JPU, Ari Panca di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Solo, Senin (19/10) siang.

Tuntutan yang dijatuhkan kepada terdakwa tergolong berat. Pasalnya, menurut JPU, terdakwa telah seringkali melakukan aksi pencurian dan dihukum sebanyak dua kali.

Mendengar tuntutan tersebut, penasehat hukum terdakwa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron, Jhon Fery Situmeang mengatakan, pihaknya akan menyusun pembelaan terkait tuntutan jaksa.

“Kami akan susun terlebih dahulu berkas pembelaan mengingat posisi terdakwa saat kejadian tidak berniat untuk membunuh korban. Bahkan, korban yang mendatangi terdakwa saat hendak membeli rokok,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, terjadi pembunuhan di kawasan Jalan Samratulangi Gang Walet 1, Kerten, Laweyan pada Senin (18/5) sekitar pukul 12.30 WIB. Tersangka, Andang Yunardo (54), warga RT 02/ RW 02 Kerten, Laweyan, Solo nekat membunuh tetangganya sendiri, Rudi Giartono alias Gambeng (45) dengan menusukkan pisau ke dada korban.

Peristiwa bermula, saat terdakwa sedang melintas di rumah korban. Terdaksa tiba-tiba dikejar oleh korban dengan membawa pedang, tetapi ia berhasil lolos kemudian lari ke warung membeli rokok. Tersangka setelah itu pulang melalui jalan belakang rumah, tetapi korban tiba-tiba datang dengan mengendarai motor menabrak dari belakang. Korban ternyata sebelumnya kembali pulang mengambil belati yang diselipkan di pinggangnya untuk menghadang terdaksa.

Korban setelah menabrak pelaku kemudian turun dari kendaraan dan memukulnya. Terdakwa mengambil batu bata dan dipukulkan mengenai dada korban. Korban kemudian mengeluarkan belati, sedangkan terdakwa berusaha merebut senjata tajam itu. Pisau belati yang dipegang oleh korban tiba-tiba terjatuh dan direbut, kemudian ditusukkan ke bagian perut dan dada korban hingga tewas di lokasi kejadian.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge