0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jayengan Kampung Permata Dilaunching

timlo.net/daryono

Pj Walikota menunjukkan satu permata di satu shoowroom kanpung permata Jayengan

Solo — Berbekal kepiawaian yang ditekuni sejak lama, perajin dan pedagang di Jayengan, Serengan, melaunching Kampung Jayengan sebagai Kampung Permata, Minggu (18/10). Launching Jayengan Kampung Permata dilakukan oleh Penjabat (Pj) Walikota Solo, Budhi Suharto.

“Launching ini setelah direkomendasikan UNS, yang sudah melakukan penelitian dua tahun di sini,” kata Ketua Forum Jayengan Kampung Permata, Yusuf Ahmad Alkatiri, kepada wartawan, usai launching.

Dari sisi historis, ujar Yusuf, aktivitas jual beli permata di Jayengan dimulai sejak tahun 1910. Saat itu, dalam acara-acara tertentu, Mangkunegaran membutuhkan perhiasan. Awalnya, Mangkunegaran memesan permata langsung dari Martapura, Kalimantan Selatan. Mengingat kualitas permata dari Martapura terbaik se-Indonesia.

Lantaran pemesanan permata dari Martapura membutuhkan waktu dan sering bolak-balik, hal itu membuat sejumlah pedagang dan perajin permata membuka usaha di Jayengan. Para perajin dan pedagang yang umumnya suku Banjar ini kemudian menikah dengan orang Jawa di Jayengan.

“Terjadilah asimiliasi budaya sampai sekarang. Seperti saya ini, ayah saya orang Banjar, ibu saya orang Jawa,” ujar dia.

Yusuf menerangkan, di Jayengan, terdapat sekitar 500 perajin dan pedagang. Terdiri perajin dan pedagang permata, batu mulia, emas, perak dan batu akik. Namun, dari jumlah itu, perajin permatanya baru sekitar 21 orang. Sisanya merupakan pedagang. Jumlah yang memiliki showroom pun masih sedikit yakni baru dua orang.

“Jangka pendek, harapan kami setiap rumah memiliki galeri permata seperti Kampung Batik Laweyan, dimana setiap rumah memproduksi batik,” jelas dia.

Sementara, Pj Walikota, Budhi Suharto mengatakan Kampung Permata Jayengan sebaiknya hanya menjual satu produk yang tidak dimiliki kampung-kampung lainnya di Solo. Kedepan, pengelolaan kampung harus dikelola dengan cerdas.

“Bagamana caranya bisa menjaga kualitas sehingga ada kelanjutan untuk memajukan kampung permata,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge