0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penelitian: Orang Bertato Agresif dan Pemberontak

Dok.Timlo.net/ Heru Murdhani
Copet ditangkap polisi. ()

Timlo.net—Tato memperoleh perubahan image selama beberapa tahun belakangan ini. Bila sebelumnya tato lekat dengan image para narapidana dan anggota geng motor, sekarang tato dianggap sebagai seni tubuh. Tapi menurut sebuah penelitian, orang yang bertato ternyata lebih agresif dan pemberontak dibandingkan mereka yang tidak bertato.

Hasil penelitian ini dianggap mengejutkan mengingat tato sekarang lebih populer. Profesor Viren Swami dari Anglia Ruskin University meneliti 378 orang dewasa—181 wanita dan 197 pria berusia 20 hingga 58 tahun. Dari 97 orang, satu dari empat orang memiliki tato.

Mereka yang bertato menunjukkan agresi verbal, kemarahan dan sikap pemberontak yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak bertato. Semakin banyak tato yang mereka miliki, semakin besar kemarahan yang mereka rasakan. Dalam penelitian ini, tidak ada perbedaan kualifikasi pendidikan yang signifikan di antara orang yang bertato dan tidak bertato.

Selain itu, juga tidak ada perbedaan latar belakang sosial yang signifikan antara orang yang bertato dan tidak bertato. Pria dan wanita juga sama-sama menyukai seni tubuh itu.

Orang-orang yang bertato ini disurvei di jalan raya, stasiun bawah tanah dan taman-taman di London, Inggris. Mereka cenderung bersikap memberontak dalam cara yang reaktif. Hal ini ditunjukkan dengan sikap marah dan bertengkar jika seseorang yang berotoritas memarahi mereka.

Sementara sikap pemberontak yang proaktif biasanya suka melakukan hal-hal yang dilarang untuk dilakukan. “Kami menemukan jika orang dewasa bertato memiliki sikap pemberontak reaktif yang lebih tinggi tapi bukan secara proaktif, dibandingkan dengan mereka yang tidak bertato,” kata Profesor Swami.

Sebuah penjelasan yang ditawarkan adalah mereka yang memiliki sikap pemberontak reaktif yang lebih tinggi biasanya merespon kejadian yang mengecewakan dan membuat mereka marah dengan membuat tato di tubuh mereka.

“Saat orang-orang ini mengalami kejadian yang emosional dan negatif, mereka cenderung berusaha untuk melakukan tindakan yang dianggap sebagai tindakan pemberontakan. Menato tubuh dilihat sebagai tindakan pemberontak, atau tato secara umum menunjukkan sikap perlawanan atau kemarahan,” terang Swami.

Sekalipun demikian orang yang bertato cenderung menunjukkan kemarahan dan agresi verbal dan bukan agresi fisik. Sayangnya penelitian ini tidak mengukur agresi dan desain tato dari orang-orang yang mereka teliti. Seorang wanita menato kaki dengan tato lumba-lumba, mungkin kurang agresif dibandingkan pria yang menato bagian bawah matanya dengan gambar air mata. Karena tato dengan gambar air mata ini dikatakan sebagai simbol seseorang yang pernah membunuh.

Sumber: Daily Mail

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge