0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Persetujuan Desain Surat Suara Berlangsung Alot, Tim AFi Minta Revisi

timlo.net/daryono

Rapat persetujuan desain surat suara

Solo — Rapat persetujuan desain surat suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Solo yang dihadiri dua tim pemenangan, Jumat (16/10) siang berlangsung alot. Tim pemenangan pasangan nomor urut 1, Anung Indro Susanto – M Fajri menginginkan adanya perubahan foto pasangan untuk surat suara.

”Kami menginginkan pasangan AFi mengenakan kemeja putih lengkap dengan peci hitam, dengan tambahan pin gunungan warna merah bertuliskan AFi di dada calon. Ini sesuai dalam foto yang diserahkan ke KPU saat pengundian nomor urut. Kami memandang simbol gunungan itu substansial karena satu kesatuan dari pasangan calon. Makanya kami minta revisi surat suara,” kata Ketua Tim Pemenangan AFi, Sugeng Riyanto di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.

Menanggapi permintaan revisi foto surat suara AFi, Ketua Tim Pemenangan pasangan nomor urut 2, FX Hadi Rudyatmo – Achmad Purnomo menyatakan keberatan. Dalam Peraturan KPU, desain surat suara tidak boleh menambahkan ornamen, tulisan atau gambar yang melekat pada Paslon.

Menengahi perdebatan, Komisioner Divisi Hukum, Pencalonan dan Kampanye KPU Solo, Nurul Sutarti berkonsultasi ke KPU pusat melalui telepon mengenai boleh atau tidaknya tambahan pada gambar Paslon. Dari hasil konsultasi itu, penambahan dibolehkan, tetapi merupakan foto asli, bukan tambahan aplikasi photoshop.

Lantaran dibolehkan menambah asal bukan photoshop, Sugeng bersikeras meminta tambahan waktu agar pasangan AFi bisa melakukan foto ulang dengan memakai pin. Sugeng berjanji menyerahkan foto terbaru dalam waktu maksimal satu hari.

“Saya minta waktu tambahan. Secepatnya akan kami sesuaikan agar (pin gunungan) yang melekat di baju itu bukan photosop. Kasih kami waktu untuk mentaati aturan agar malam nanti bisa foto dan besok sudah kami serahkan,” ujar dia.

Atas usulan itu, Putut tetap menyatakan ketidaksetujuannya. Jika foto pasangan nomor urut 1 bisa diubah, ia meminta KPU terlebih dulu mencabut PKPU yang mengatur tahapan-tahapan Pilkada.

“Kemarin sudah disepakati foto yang diserahkan saat pengundian nomor urut, itu yang dipakai untuk surat suara. Selama ini kami taat dan patuh aturan. Kalau foto Paslon bisa diubah sekarang, mohon PKPU yang mengatur batasan waktu itu dicabut. Dulu kami dioyak-oyak menyerahkan foto dengan batas terakhir, tetapi sekarang malah bisa direvisi. Mohon PKPU-nya dicabut dulu,” tegas dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge