0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rawan Ajang Kampanye, Panwaslu Pantau Reses Legislator

timlo.net/daryono

Anggota Divisi SDM dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Solo, Asmuni

Solo — Pelaksanaan reses masa sidang ketiga DPRD Solo, Jumat – Minggu (16-18/10), yang berbarengan dengan masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) menjadi perhatian Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Solo. Agar tidak dimanfaatkan sebagai ajang kampanye, Panwaslu bakal menerjunkan personilnya untuk memantau pelaksanaan reses legislator.

“Kita akan lakukan antisipasi terkait reses anggota Dewan ini. Tidak menutup kemungkinan reses ini digunakan untuk sosialisasi atau kampanye terselubung,” kata anggota Panwaslu Solo, Asmuni saat ditemui di kantornya, Jumat (16/10).

Pihaknya bakal menerjunkan panitia pengawas kecamatan (Panwascam) dan panitia pengawas lapangan (PPL) untuk dapat memantau pelaksanaan reses di masing-masing wilayah. Jika terbukti melakukan sosialisasi atau kampanye dalam kegiatan reses, legislator dianggap melakukan pelanggaran berupa penggunaan fasilitas negara untuk kampanye.

“Soal sanksi, undang-undang Pilkada ini kan memang lemah di sanksi. Sanksinya tidak membuat jera, hanya peringatan,” ujar dia.

Disinggung materi apa dalam reses yang bisa dikategorikan kampanye, Asmuni menerangkan, upaya mengenalkan calon sudah termasuk kampanye. Adapun penggunaan simbol misalnya baju lurik atau baju kotak-kotak bukan termasuk kampanye.

“Kalau dia (legislator) memakai seragam lurik atau baju kotak-kotak, kita sulit menyebut dia kampanye. Namanya seragam lurik, kotak-kotak itu kan bebas. Kalau hanya mengenakan baju belum bisa disebut kampanye,” beber dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge