0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cuaca Ekstrim, Peternak Lele Merugi

timlo.net/nanin

Peternak ikan lele sedang memberi pakan

Boyolali — Sejumlah petani lele di Boyolali mengalami kerugian menyusul banyaknya bibit lele yang mati akibat cuaca ekstrim. Banyak indung telur yang telah dibuahi gagal menetas akibat suhu udara yang ekstrim. Kondisi ini mengakibatkan produktivitas ternak lele menurun hingga 30 persen.

“Bibit lele banyak yang mati,telur juga banyak yang tidak menetas,” kata Taufik (34) peternak lele asal Kiringan, Desa Canden, Sambi, Jumat (16/10).

Biasanya untuk satu ekor indukan betina, saat pemijahan mendapat 200 ribu ekor. Namun kali ini hanya mampu 100-150 ekor saja. Itupun belum tentu semuanya bisa hidup lama. Dijelaskan, jika siang hari suhu udara sangat panas maka malam hari suhu udara menjadi sangat dingin. Perubahan suhu tersebut membuat telur yang telah dibuahi banyak yang gagal menetas.

“Telur-telur tidak tahan dengan suhu ekstrim, mereka akan membusuk di dalam air,” lanjutnya.

Untuk menekan angka kegagalan, pihaknya melakukan pengawasan, termasuk diantaranya menjaga kualitas air, menjamin suhu air tetap stabil dan memberikan nutrisi pada air.

Disisi lain, Kabid Perikanan Disnakan, Naryanto, membenarkan cuaca yang sangat ekstrim sangat berpengaruh dengan produktifitas ikan. Untuk menjaga agar ikan mampu bertahan di cuaca ekstrim, disarankan kedalaman kolam minimal 1 meter. Selain itu, kapasitas kolam tidak boleh melebihi daya tampung.

“Paling penting menjaga kestabilan air,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge