0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bersih Desa, Warga Tegalrejo Kirab Gunungan Hasil Bumi

()

Sragen – Puluhan warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Gondang, Sragen mengikuti kirab dan selamatan bersih desa, Jumat (16/10). Mereka dengan kitmad mengikuti seluruh rangkaian acara yang baru pertama kali diselenggarakan sejak puluhan tahun lalu. Sebelumnya acara bersih desa yang digelar setip tahun pada hari Jumat Pon ini hanya dilaksanakan secara sederhana dengan kenduri atau bancakan.

“Kirab ini memang baru pertma kali diselenggarakan, tapi semua warga mendukung dan senang sekali. Nanti setiap tahun upacara bersih desa akan dibuat seperti ini,” kata Ketua RT 11 Dukuh Tegalrejo, Joko Widodo (56) ketika ditemui Timlo.net, usai upacara kirab.

Joko mengungkapkan, upacara kirab gunungan yang berisi hasil bumi, kemudian dilanjutkan hiburan campur sari dan malam harinya digelar wayang kulit semalam suntuk, adalah sepenuhnya ide dari Kepala Desa Teglrejo, Heru Setyawan. Dia berharap dengan upacara kirab, warga masyarakat yang mempunyai sawah, dagangan dan usaha lainnya bisa mendapatkan berkah dan manfaat.

“Ini sepenuhnya ide dari kepala desa yang didukung oleh semua warga. Dengan harapan desa akan bisa lebih maju lagi,” ujar Joko Widodo.

Senada, seorang warga pendatang, David Pratioko (56) yang tinggal di RT 10, mengakui acara bersih desa dengan cara kirab, campursari dan wayangan, selain dipercaya membawa berkah, juga menjadi hiburan bagi seluruh warga Tegalrejo. Bahkan dia berhrap acara ini bisa dicontoh desa lain di Kecamatan Gondang yang akan menggelar acara bersih desa.

“Ya walau masih ada kekurangan, tapi khan nanti bisa diperbaiki. Ini positif dan bisa dicontoh desa lain,” kata David yang telah 20 tahun menjadi warga Tegalrejo.

Sementara itu, Kades Tegalrejo Heru Setyawan menyatakan, selain kirab acara bersih desa juga diisi dengan hiburan campursari dan malam digelar wayang kulit. Dalam pagelaran wayang kulit tersebut akan dibawakan oleh 3 dalang, yakni Ki Joko Senden, Ki Agung Budi Santosa dan Ki Sabar Sadono yang membawakan lakon Wahyu Katentreman.

Heru yang memiliki ide bersih desa gaya baru itu menjelaskan, dalam kirab sejumlah warga memikul dua buah gunungan yang berisi hasil bumi di Desa Tegalrejo. Dua gunungan tersebut digambarkan sebagai pasangan jalerdan estri, yang setelah dikirap keliling dukuh akan diperebutkan oleh seluruh warga.

“Gunungan itu untuk royokan. Ini mempunyai harapan semoga mendapat berkah dan manfaat. Setelah itu kita juga mengadakan kendurenan yang tumpengnya dibawa oleh masing-masing warga,” jelas Heru Setyawan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge