0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemarau, Jatah Pupuk Tiga Kecamatan Dialihkan

(Ilustrasi) Stok pupuk (dok.timlo.net/ist)

Boyolali — Jatah pupuk bersubdisi untuk tiga kecamatan di wilayah Boyolali Utara dialihkan ke kecamatan lain. Dialihkannya alokasi pupuk di daerah tadah hujan, menyusul minimnya serapan pupuk selama musim kemarau. Sementara di wilayah pertanian irigasi saat ini sangat membutuhkan pasokan pupuk.

“Kita alihkan untuk menghindari kelangkaan pupuk didaerah pertanian irigasi,” kata Kepala Distanbunhud Boyolali, Ir Bambang Purwadi, Jumat (16/10).

Dijelaskan, selama musim kemarau pertanian padi di lahan tadah hujan terhenti, menyusul kelangkaan air. Sementara di daerah pertanian irigasi, justru saat ini sedang musim tanam. Sehingga sangat membutuhkan pupuk. Untuk lahan tadah hujan, seperti di Selo, Cepogo, Andong, Kemusu dan wilayah lain di Boyolali bagian utara.

Sementara untuk alokasi pupuk di tiga kecamatan yang dikurangi, meliputi Kecamatan Selo, alokasi pupuk sebanyak 614 ton dikurangi menjadi 414 ton, Cepogo dari 1.221 ton dikurangi menjadi 1.121 ton. Demikian pula alokasi pupuk di wilayah Andong sebanyak 2.532 ton dikurangi sebanyak 232 ton menjadi 2.300 ton.

“Alokasinya kita alihkan ke wilayah Sawit, Banyudono dan Ngemplak,” tambah Bambang.

Meski demikian,pihaknya pesimis seluruh jatah pupuk urea bersubsidi di wilayah Kabupaten Boyolali tahun ini bisa terserap seluruhnya. Berdasarkan data per 1 Oktober 2015, alokasi pupuk urea bersubsidi sebanyak 28.200 ton.

Tapi hingga akhir Agustus lalu, serapan pupuk baru mencapai 51,2 persen. Padahal, biasanya serapan pupuk bersubsidi hingga akhir Agustus mencapai 80 persen.

“Ini dampak dari kemarau,sehingga banyak yang tidak tanam padi,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge