0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Sragen Diharap Jadi Peserta BPJS Kesehatan

dok.timlo.net/agung widodo
(Ilustrasi) Pasien di RSUD Sragen mengurus BPJS (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Surakarta menandatangani nota kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) dan Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Sragen.

”Kerja sama dengan Disnakertrans dan BPTPM Sragen itu sebagai upaya untuk melaksanakan amanat UU No. 24/2014 yang nantinya bisa mendorong seluruh warga Sragen menjadi peserta BPJS pada 2019,” ata Kepala BPJS Kesehatan KCU Surakarta, Bimantoro usai penndatanganan, belum lama ini..

Menurut Bimantoro, ada beberapa tahapan dalam BPJS, yakni untuk perusahaan, badan usaha mikro dan perseorangan. BPJS itu sebenarnya merupakan cita-cita yang dibangun sejak 1968 lalu. Melalui keikut sertaan para karyawan dalam Program BPJS, diharapkan para karyawan terlindungi dan mendapatkan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sragen, Sarwaka menambahkan, diperlukan upaya persuasif yang ekstra supaya layanan BPJS Ketenagakerjaan bisa dijangkau karyawan dari perusahaan kecil hingga menengah. Selama ini, pemilik perusahaan kecil cenderung menutup diri jika diajak bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Diakui Sarwaka, di Sragen memang masih ada perusahaan atau badan usaha yang belum mengikutsertakan karyawannya ke dalam program BPJS. Atau sudah mengikutsertakan BPJS Kesehatan tetapi belum mengikutkan BPJS Ketenagakerjaan atau sebaliknya.

“Ada pula perusahaan yang baru mendaftarkan karyawannya ke BPJS setelah satu tahun bekerja dengan alasan ada pekerja yang keluar masuk bekerja,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge