0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Muhammadiyah: Bela Negara Jangan Model Wajib Militer

dok.timlo.net/tyo eka
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan, Bela Negara harus digodok secara matang yang melibatkan banyak pihak, selain DPR dan berbagai kekuatan masyarakat, karena Indonesia dibangun di atas prinsip kegotongroyongan.

“Tidak bisa digodok hanya sepihak saja, tetapi rakyat, bangsa dan negara secara keseluruhan karena prinsip bela negara merupakan sesuatu hal yang strategis dan jangka panjang,” jelas Haedar kepada Timlo.net, seusai menghadiri Dies Natalis ke 57 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), di Solo, Jumat (16/10).

Haedar mengemukakan, banyak pihak belum mengetahui seperti yang dikehendaki tentang bela negara. Sehingga harus digodok dengan matang, agar tidak menjadi konsep dan program setengah matang.

Secara pribadi, Haedar menyatakan belum memberi persetujuan atau mendukung kalau belum membaca dan mengetahui arahnya. Sehingga harus dikaji terlebih dahulu secara mendalam.

“Bagi saya, yang penting jangan sistem model wajib militer, dan tidak boleh monolitik dan depresif. Kita saat ini sedang membangun proses demokratis yang musti harus terus dikonsolidasikan,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge