0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Relawan Bencana di Indonesia Belum Terspesifikasi

dok.timlo.net/achmad khalik
Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), B Wisnu Widjaja (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Ribuan relawan bencana di Indonesia belum terspesifikasi berdasar keahlian penanganan bencana. Maka dari itu, pemerintah berencana akan melakukan pendataan relawan bencana berdasar keahlian dibidang mereka masing-masing.

“Selain pendataan, pemerintah juga akan melakukan sertifikasi berdasarkan bidang dan keahlian masing-masing,” kata Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wisnu Widjaja, di The Sunan Hotel, Solo, Kamis (15/10).

Saat ini, lanjut Wisnu, jumlah relawan bencana di Indonesia tercatat sudah lebih dari 40.000 personel dan tersebar di berbagai organisasi. Sejauh ini, BNPB telah membagi kemampuan relawan menjadi delapan klaster yakni posko, komunikasi, medis, evakuasi, logistik, dapur umum, pendamping psikososial, serta selter atau pengungsian.

“Pendataan dan sertifikasi akan dilakukan bertahap. Dengan sertifikasi, bisa diketahui spesialisasi masing-masing relawan. Siapa yang akan bertanggung jawab dan sebagainya,” paparnya.

Disinggung terkait bencana disejumlah kawasan di Indonesia, Wisnu mengaku, dibutuhkan kerjasama pihak terkait untuk melakukan penanganan. Baik dari pemerintah, masyarakat hingga dunia usaha. Namun sayangnya, sampai saat ini peran dunia usaha masih tergolong minim untuk terlibat dalam aksi sosial kemanusiaan.

“Mereka (dunia usaha —Red) terkadang menganggap hanya dijadikan ATM saat bencana terjadi. Sehingga, sinkronisasi antar pihak terkait ini masih lemah,” terang Wisnu.

Diharapkan, melalui kegiatan pengurangan risiko bencana (PRB) di Solo yang diselenggarakan mulai tanggal 16-18 Oktober mendatang ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan penanganan bencana.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge