0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Huntap Jenawi bakal Dijadikan Sentra Produksi Pisang

hunian tetap
()

Karanganyar — untuk meningkatkan taraf hidup dan perekonomian warga hunian tetap (Huntap) Jenawi, Pemkab Karanganyar berencana membentuk sentra produksi pisang. Pembentukan sentra tak lepas dari potensi di kecamatan tersebut, di mana pisang merupakan salah satu komoditas utama hasil pertanian.

“Kita usahakan tidak hanya rumahnya yang bagus tapi taraf perekonomian warga juga meningkat,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono, Jumat (16/10).

Bupati Juliyatmono mengatakan, pembentukan sentra pisang tersebut merupakan upaya pemerintah untuk penguatan ekonomi warga di hunian yang baru. Warga bisa memanfaatkan tanah hunian yang lama untuk bercocok tanam.

“Tanah hunian lama kan tidak bisa untuk rumah tingggal. Itu bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Purusari Suwarjo sepakat, jika rencana pembentukan sentra produksi pisang itu direalisasikan untuk menguatkan ekonomi warga di hunian relokasi. Menurutnya semua jenis pisang cocok di tanam di Jenawi.

“Jenawi memang penghasil pisang. Bahkan pisang yang biasa dijual di Tawangmangu, kebanyakan dari Jenawi,” katanya.

Dikatakan Suwarjo,  di Dusun Doksari yang merupakan hunian lama warga Dusun Purusari sebelum direlokasi, produksi pisang per hari cukup tinggi. Rata-rata, 50 tandan pisang dipanen setiap hari.

“Kami juga berharap, produk unggulan lain dari Dusun Doksari yaitu gula aren, bisa dikembangkan di hunian relokasi saat ini. Sebelum pindah ke Purusari ini, ada 15 keluarga yang membuat gula aren di Doksari,” imbuhnya.

Santoso, salah satu warga Purusari mengusulkan, agar pemerintah memberi bantuan untuk membentuk kelompok tani di hunian relokasi yang baru. Dari kelompok itu, warga bisa mengembangkan pembibitan sayuran, serta usaha ternak.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge