0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Biayai Kuliah Anak, Sopir Ini Nekat Jadi Penjahat, Akhirnya Ditangkap

merdeka.com

Ilustrasi Perampokan

Timlo.net — Setelah sekian lama sebagai buronan Polresta Malang, HR alias Abang akhirnya berhasil diringkus di rumah saudaranya di Jember, Jawa Timur. Pria tiga anak ini diringkus tanpa perlawanan di rumah kakaknya di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Rabu (14/10) pukul 01.00 WIB.

Abang yang beralamat di Mulyorejo Baru, Kota Surabaya itu adalah bagian dari sindikat pelaku pecah kaca dengan sasaran para nasabah bank. Bersama sindikatnya yang berjumlah empat orang, Abang telah melakukan aksinya sebanyak empat kali.

“Sudah empat kali, yang di Jalan Soekarno-Hatta yang pertama,” kata Abang di Mapolresta Malang, Kamis (15/10).

Dalam aksi pertamanya, Abang bersama kawan-kawannya mengaku mendapatkan hasil kejahatan sebesar Rp 20 Juta. Uang tersebut dibagikan untuk dua temannya, Angga Ismawahyudi (25) dan Harun Usman (38), masing-masing mendapat Rp 5 Juta. Keduanya sudah ditangkap terlebih dulu, pada Selasa (29/9).

Sementara sisanya, Rp 5 Juta diberikan kepada dua orang pelaku lain, masing-masing Rp 2,5 Juta. Tapi anehnya, Abang mengaku tidak mengenal dengan dua pelaku lain yang kini masih buron.

Mereka bertemu saat bersama-sama menguntit calon korban di sebuah bank. Dua orang yang tidak diketahui namanya itu bergabung bersama-sama menjalankan aksi. Uang hasil kejahatan dibagi di sebuah warung di Singosari.

“Hanya tahu wajahnya saja, tapi biasa beraksi,” kata pria yang sehari-hari sebagai seorang sopir itu.

Saat menjalankan aksinya, mereka mengaku memukulkan batang busi motor ke kaca mobil yang menjadi sasaran. Saat itu mobil Kijang Grand Extra merah bernopol N 382 AJ sedang terparkir di toko bangunan Puncak Mas, Jalan Suekarno Hatta.

Angga diketahui sebagai warga Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, sementara Harun Usman warga Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo.

Dari aksi kejahatan yang dilakukan sejak Desember 2014, dua aksi dilakukan saat pemiliknya dalam kondisi tertidur. Sementara lainnya dilakukan dengan perencanaan di sejumlah tempat, dengan korban seorsang nasabah bank.

Kasubbag Humas Polresta Malang, AKP Nunung Anggraeni menggungkapkan, tersangka H mengaku hanya sekali mendapat bagian dari hasil kejahatannya. Karena aksi-aksi berikutnya tanpa membuahkan hasil.

“Uangnya digunakan untuk biaya hidup, karena anak pertama tersangka HR (Abang) sudah kuliah,” katanya.

Dari kejadian tersebut disita, sepeda motor Mio putih N 4329 QZ yang digunakan pelaku. Ikut disita dua buah helm hitam yang digunakan untuk beraksi, berikut tas pinggang warna hitam dan jaket.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara,” katanya.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge