0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Bisa Survive Kendati Irigasi Ditutup

timlo.net/tarmuji

Joko Sutopo saat menghadiri Rapat Konsolidasi PG di Gedung Giri Cahaya Wonogiri

Wonogiri — Para petani di wilayah Kecamatan Selogiri mampu bertahan meski mengalami krisis air, lantaran ditutupnya Dam Colo. Mereka menemukan solusi jitu saat pasokan air bagi irigasi lahan pertanian tersendat. Bahkan, solusi tersebut bisa diaplikasikan oleh petani di wilayah lain saat didera kekeringan.

“Memang cukup kontradiktif. Di satu sisi petani sangat membutuhkan air, namun disisi lain pihak pengelola mensyaratkan dam ditutup supaya saluran kering dan bisa dilaksanakan pekerjaan perawatan,” ungkap Ketua Gapoktan Selogiri yang juga Ketua DPC PDIP, Joko Sutopo, di sela-sela Konsolidasi Partai Golkar (PG) di Gedung Giri Cahaya, Wonogiri, Kamis (15/10).

Sedang penutupan dam selama sekitar satu bulan. Padahal kalangan petani Selogiri banyak yang menggantungkan kelangsungan tanamannya dari saluran Dam Colo. Tentu saja, dengan ditutupnya dam, pasokan air menjadi terganggu.

Dikatakan, belakangan bisa disikapi kalangan petani dengan bijak. Sebagian dari petani sudah mulai beralih menanam tanaman yang tidak membutuhkan air dalam jumlah banyak, sekaligus berumur pendek menjelang penutupan Dam Colo. Petani yang biasanya menanam padi, kini mulai berganti menanam hortikultura. Dengan demikian, tanaman masih mendapatkan pengairan yang cukup dan bisa dipanen dengan optimal, tidak seperti saat menanam padi.

“Ini sangat membanggakan. Petani bisa berinovasi dalam kondisi minim pengairan. Sebagian sudah menanam melon dan tanaman hortikultura lainnya. Bisa lebih cepat panennya karena umur tanam lebih pendek daripada padi. Ini solusi jitu, sangat menggambarkan etos kerja warga Wonogiri yang tidak kenal menyerah, mampu bertahan dalam kondisi sulit sekalipun,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge