0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ganjar : Orang Jateng Malu Beli Produk Bajakan

timlo.net/heru murdhani

Ganjar Pranowo

Solo – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, akan memberikan penyuluhan terhadap pedagang yang berjualan kepingan VCD bajakan. Pendekatan ini akan dilakukan secara kemanusiaan untuk mengajak pedagang dan distributor agar tidak lagi berjualan produk-produk bajakan.

“Kita lakukan pendekatan terhadap mereka, kita akan masuk ke pasar-pasar di wilayah Jawa Tengah untuk mensosialisasikan ini. Namun ini hanya akan berlangsung selama 2 bulan, sesudah itu akan kita tindak tegas,” ungkap Ganjar, Kamis (15/10) siang.

Dihadapan ratusan seniman dan seniwati yang hadir dalam Demo Damai Seniman Anti Pembajakan dirinya berjanji untuk menangani secara serius permasalahan ini. Selain pasar tradisional, dirinya juga akan menilik sejumlah mall dan tempat karaoke untuk melakukan sosialisasi ini.

“Masyarakat Jawa Tengah malu beli produk bajakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu dia juga mengajak masyarakat untuk menghormati hak-hak seniman dan karya kesenimannya dengan tidak membeli produk bajakan. Dikatakan, jika membeli produk original, maka yang diuntungkan bukan hanya seniman, melainkan juga negara.

“Kalau belinya (CD) original kan seniman dapurnya bisa tetap mengepul, pemerintah juga mendapatkan pemasukan dari pajak, kemudian senimannya juga bisa membuat karya yang lebih bagus, sehingga kita bisa menikmatinya,” katanya.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Edhy Mustofa, mengatakan, setelah terbitnya UU nomor 28 tahun 2014 tentang hak cipta ada perbedaan pemberantasan pembajakan.

”Pemberantasan pembajakan sekarang merupakan delik aduan. Pemilik hak cipta harus melaporkan kasus pembajakan yang dialaminya kepada pihak kepolisian. Sebelumnya merupakan delik murni, sehingga kita bisa langsung tangani. Tetapi sekarang harus menunggu laporan dari pemilik hak cipta dulu,” katanya.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat terutama seniman untuk bisa mengadukan jika mendapati karya-karya bajakan kepada pihak kepolisian.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge