0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Difabel Keluhkan Diskriminasi Saat Pencoblosan

timlo.net/nanin

Sosialisasi PIlkada dengan kalangan difabel

Boyolali — Kalangan penyandang difabel di Kabupaten Boyolali mengeluhkan masih adanya diskriminasi terhadap mereka selama pencoblosan Pileg dan Pilpres. Mereka berharap dalam Pilkada 9 Desember mendatang tidak ada lagi diskriminasi.

”Saya sudah empat kali proses pencoblosan pemilu, selama itu ada kesulitan terutama dalam proses antrian pencoblosan. Sebab petugas TPS hanya memberitahu pemilih lewat suara saja, padahal saya mempunyai kesulitan dalam pendengaran. Harusnya ada tulisan, sehingga tidak perlu menunggu lama,” ujar satu penyandang tunarungu Apriyanto melalui penerjemah bahasa isyarat, Riza, Kamis (15/10).

Menanggapi keluhan tersebut, anggota Komisioner KPU, Pargito mengatakan, sudah menginstruksikan di jajaran PPK dan TPS untuk memberikan fasilitas yang layak bagi penyandang difabel. Termasuk fasilitas akses, surat suara dan lokasi kotak suara yang nyaman untuk penyandang tuna daksa.

“Kita sudah perintahkan untuk memberikan pelayanan yang maksimal, termasuk ramah terhadap mereka,” ucap Pargito disela-sela sosialisasi Pilkada untuk kalangan difabel.

Untuk jumlah pemilih penyandang disabilitas dalam pilkada kali ini masih terus didata. Pargito memperkirakan, dari total 6.800 penyandang disabilitas di Boyolali, setidaknya separuh lebih sudah mempunyai hak pilih. Saat ini mereka masih didata dan dipetakan, termasuk di TPS mana mereka akan memilih.

“Kita masih melakukan pendataan di TPS mana saja yang ada pemilih difabelnya,” tambah Pargito.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge