0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Reses 3 Hari, Anggota DPRD Solo Janji Takkan Kampanye

doktimlo.net/dprd-surakarta.go.id
Anggota DPRD Solo asal Fraksi PDIP, EH Heny Nogogini (doktimlo.net/dprd-surakarta.go.id)

Solo — Selama tiga hari, Jumat -Minggu (16-18/10), anggota DPRD Solo melakukan kegiatan reses masa sidang ke-3. Meski bersamaan dengan pelaksanaan masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada), legislator berjanji tidak akan memanfaatkan forum reses untuk kampanye Pilkada.

“Reses ini selama tiga hari. Total empat kali kegiatan. Setiap kegiatan mengumpulkan 100 orang,” kata Anggota DPRD Solo asal Fraksi PDIP, EH Heny Nogogini, kepada wartawan, Kamis (15/10).

Heny menerangkan, dalam reses, anggota Dewan hanya hadir sebagai pembicara. Segala persiapan baik berupa konsumsi dan keperluan penyelenggaran reses diurusi sepenuhnya oleh Sekretariat DPRD. Begitupun surat pertanggungjawaban (SPj) reses juga menjadi tanggung jawab Setwan.

“Oleh karena itu, setiap anggota Dewan mendapatkan satu pendamping staf Setwan. Hanya persoalannya, jumlah saff Setwan dengan jumlah anggota Dewan lebih sedikit. Sehingga sebagian tidak dapat pendamping,” bebernya.

Disinggung waktu pelaksanaan reses yang berbarengan dengan masa kampanye Pilkada, Heny memahami reses tidak boleh sebagai ajang kampanye. Ia pun siap mematuhi untuk tidak memanfaatkan reses untuk kampanye calon walikota dan calon wakil walikota dari PDIP.

Anggota DPRD asal Fraksi Golkar, Taufiqurahman mengatakan besaran anggaran reses per anggota Dewan sudah cukup besar yakni sekitar Rp 15 juta per anggota. Hanya saja, realisasi di lapangan, anggaran tersebut masih kurang.

“Anggarannya besar satu orang, tetapi belum cukup untuk di bawah. Tidak ada uang saku buat peserta,” jelasnya.

Soal kampanye, Taufiqurahman juga sependapat untuk tidak memanfaatkan reses untuk kampanye. “(Kampanye di reses) Itu tidak pada tempatnya,” ujarnya.

Adapun anggota DPRD Solo asal Fraksi Demokrat Nurani Rakyat (F-DNR), Reny Widyawati mengatakan, reses merupakan kegiatan untuk tetap menjalin komunikasi dengan kostituen. Meskipun sebenarnya para anggota Dewan sering bertemu informal dengan konstituen.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge