0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Sragen, Tim Gabungan Turunkan APK Ilegal

dok.timlo.net/agung widodo
(dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Tim gabungan dari Panwaslu, Kesbangpolinmas, Badan Lingkungan Hidup, Dishubkominfo, Bagian Hukum Setda dan Satpol PP Sragen kembali melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) jenis baliho  sepanjang Jalan Raya Sukowati Sragen, Kamis (15/10). Baliho yang diturunkan antara lain milik Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto, Wakil Ketua DPRD Bambang Widjo Purwanto dan baliho milik Pemkab Sragen yang dinilai melanggar PKPU No 7 tahun 2015.

“APK ini melanggar peraturan perundangan karena di situ dibuat oleh yang bersanghkutan, bukan oleh KPU,” kata Ketua Panwaslu Sragen, Slamet Basuki kepada Timlo.net di sela-sela penertiban APK.

Slamet menjelaskan, dalam penertiban baliho kali ini ada 22 titik yang menjadi sasaran tim gabungan, mulai batas kota sebelah selatan, Kecamatan Masaran hingga Banaran, Kecamatan Sambungmacan.  Selain itu tim juga menertibkan baliho bergambar Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto yang dipasang di Pasar Bunder Sragen.

Dalam baliho itu, Bambang Samekto menunjukkan jari satu dan bertuliskan Satukan Sukowati. Sedangkan baliho bergambar Wakil Ketua DPRD Bambang Widjo Purwanto bertuliskan Aman Tolok Ukur Pilkada Sragen. Lain lagi baliho yang dipasang Pemkab Sragen yang bertuliskan pesan atau ajakan untuk keluarga berencana (KB), yang bertuliskan; Mari Ikut KB, 2 Lebih Baik.

Ketiga jenis baliho itu menurut Slamet, adalah ilegal. Kendati tidak bergambar paslon, namun dari kalimat dan symbol dalam baliho  tersebut mengarah pada calon tertentu.

“Jadi kalau memang kalau tujuannya ajakan KB harus mengikuti slogan di BKKBN. Di sini ada dua yang dikeluarkan BKKBN di Masaran dan Sambungmacan. Maka baliho itu termasuk ilegal. Termasuk baliho bergambar Bambang Samekto dan Bambang Widjo Purwanto juga kita turunkan,” jelas Slamet Basuki.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge