0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bunuh Yulita, Nanang Dituntut 20 Tahun Penjara

dok.timlo.net/achmad khalik
Terdakwa kasus pembunuhan, Nanang Aryanto (baju putih) sedang berdiskusi dengan penasehat hukumnya (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Terdakwa kasus pembunuhan di Hotel Setya Kawan, Nanang Aryanto (21) dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman pidana 20 tahun penjara. Tuntutan tersebut dibuat lantaran terdakwa dinilai telah merencanakan pembunuhan terhadap korban, Yulita Wulandari (31) warga Ganggang, Mojolaban, Sukoharjo pada Senin (4/5) lalu.

“Menuntut terdakwa dengan pidana kurungan 20 tahun potong masa tahanan,” kata JPU, Hasrawati membacakan tuntutannya, Kamis (15/10) siang.

Selain telah direncanakan, menurut JPU, tindakan yang dilakukan terdakwa tergolong sadis. Pasalnya, ketika penjaga hotel waktu kejadian menaruh curiga dan mendobrak pintu kamar terdakwa, saat itu kondisi korban masih dalam keadaan hidup. Saksi yang juga penjaga hotel sempat melihat korban dalam keadaan jatuh dilantai dan tertutup sprei. Meski begitu, oleh tersangka korban justru kembali ditusuk menggunakan pisau lipat dan lehernya dijerat menggunakan spei. Hingga akhirnya korban tewas kehabisan nafas.

“Pembunuhan yang dilakukan terdakwa tergolong sadis. Maka dari itu, kami dari pihak JPU menuntut maksimal,” terang Hasrawati.

Mendengar tuntutan yang dibacakan JPU, terdakwa berencana akan melakukan pembelaan secara tertulis. Terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya, Sumarsoni mengaku bahwa apa yang menjadi tuntutan jaksa terlalu berlebihan. Pasalnya, tiap pembunuhan terjadi pasti ada sebab musababnya. Disamping itu, terdakwa telah meminta maaf secara tulus kepada pihak keluarga dan tidak memberikan keterangan berbelit dimuka pengadilan.

“Nanti dalam sidang berikutnya, saya mengajukan pembelaan begitu juga klien saya,” terang Sumarsoni.

Sebelumnya, Yulita Wulandari warga Mojolaban, Sukoharjo ditemukan tewas di kamar Hotel Setya Kawan Jalan Tarakan, Kestalan, Banjarsari, Solo, Senin (4/5) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat kejadian, pengelola hotel dan sejumlah tamu sempat mendengar keributan didalam kamar nomor 1 hotel setempat. Tersangka sempat mengaku, bahwa keributan tersebut merupakan urusan keluarganya. Sehingga, pengelola hotel dan tamu urung untuk melakukan pemeriksaan.

Hingga akhirnya tersangka membunuh korban dan langsung melarikan diri dengan menggunakan motor korban kerumahnya dikawasan Kampung Sungkruk RT 01/ RW 07 Ngrandak, Toroh, Grobogan, Purwodadi. Di rumah tersangka itulah, polisi berhasil meringkus dan membawanya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge