0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

RSUD Sragen Launching Barata dan Pawarta

Launching Semedi
()

Sragen – Bagi bayi yang dilahirkan di RSUD dr Soehdi Prijonegoro Sragen akan langsung mendapatkan akta kelahiran. Sedangkan bagi pasien yang meninggal di rumah sakit juga bisa langsung mendapatkan akta kematian. Kedua inovasi ini oleh Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman dinamakan Barata (bayi lahir berakta) dan Pawarta (pasien wafat berakta).

“Melalui program Barata dan Pawarta ini merupakan satu langkah maju dalam pelayanan publik. Semua inovasi-inovasi yang terus dilakukan oleh Pemkab Sragen ini merupakan bukti jika Pemkab Sragen telah berada pada relnya yang benar,” kata Bupati Agus usai meresmikan Program Barata dan Pawarta serta Klinik Kemotherapi di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Selasa (13/10).

Kedua inovasi ini merupakan bagian dari layanan Semedi (sedino mesti dadi). Barata merupakan program layanan yang memberikan akta kelahiran secara gratis dan cepat kepada bayi yang lahir di RSUD Sragen. Begitu bayi lahir, pada hari kelahiran itu juga akan langsung mendapatkan akta kelahiran.

Sedangkan Pawarta memberikan layanan bagi pasien yang meninggal dunia di RSUD Sragen. Pasien yang meninggal, pada hari itu juga akan langsung mendapatkan  akta kematian secara gratis.

Direktur Utama RSUD Sragen Djoko Sugeng mengatakan, RSUD Sragen merupakan rumah sakit tipe B yang menjadi rujukan bagi rumah sakit lainnya di Kabupaten Sragen. Berbagai prestasi yang telah diraih Pemkab Sragen selama ini  memacu RSUD untuk juga turut berinovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge