0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berebut Air Bekas Cucian Kelambu di Gunung Kemukus

IMG_20151014_235337
Ratusan warga mengikuti prosesi pencucian kelambu Makam Pangeran Samudro, Gunung Kemukus, Rabu (14/10) ()

Sragen — Ritual berebut air bekas cucian kelambu Makam Pangeran Samodra di obyek wisata Gunung Kemukus, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, dipadati ratusan pengunjung, Rabu (14/10). Mereka  berebut air yang dipercayai membawa bisa berkah.

”Kami ziarah dan berdoa sesuai dengan tuntunan agama. Soal keyakinan adanya berkah dari air bekas cucian kelambu itu tergantung keyakinan masing-masing. Kalau memang tidak percaya ya tidak usah ikut-ikutan,” kata Siti, warga Purwodadi, Grobogan.

Setiap tahun dia bersama saudaranya  menyempatkan diri untuk melakukan ziarah di Gunung Kemukus. Namun Siti mengaku tidak mengikuti ritual cuci kelambu.

Tradisi larap kelambu merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai rangkaian  peringatan Tahun Baru Muharam atau satu 1 Sur. Sebelum prosesi dimulai, warga yang ingin mendapatkan air keramat terlihat berkerumun di sekitar lokasi pencucian kelambu.

Kepala Dinas Pariwisata Sragen Isnadi menjelaskan, selain sudah menjadi kegiatan rutin tahunan, acara pencucian kelambu Makam Pangeran Samudro merupakan salah satu rangkaian kegiatan daya tarik wisata di Sragen. Untuk meminimalisir adanya kesalahan niat bagi para pengunjung, pihak panitia juga selalu melibatkan tokoh agama.

”Selain menjadi bagian dari tradisi lokal, ada nilai historis dan filosofis dari kegiatan ini. Terlebih kegiatan ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata di Bumi Sukowati,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge